Opini  

PASAR MINGGU WAIKABUBAK,SUATU KEMUDAHAN TETAPI DILEMATIS

Pos jaga, dan tiang bendera: saksi bisu pasar lama Waikabubak. Pelataran luas solusi Pasar Minggu.

 

Oleh Agustinus B. Wuwur, Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat

 

PASOLAPOS.COM – WAIKABUBAK || Program BERSERI adalah realitas yang menunjukkan hasil signifikan sejak periode pertama Bapak Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH. Program tersebut digulirkan berkesinambungan pada periode keduanya bersama Wakil Bupati Bapak Thimotius Tede Ragga, S.Sos. Mencermati hasil yang dicapai dari program tersebut sungguh menggembirakan, terutama penduduk Kota Waikabubak. BERSERI : Bersih, Sehat, Rapih, Indah; sungguh menjadi suatu realitas yang membanggakan tentunya bagi masyarakat Sumba Barat pada umumnya, dan warga Kota Waikabubak khususnya.

Pasti orang bertanya-tanya tentang pasar Minggu Waikabubak terletak di mana ? Dan tentu saja kegiatan pasar Minggu dilaksanakan pada hari Minggu untuk warga Kota Waikabubak. Pasar Minggu terletak di sekitar toko Nusa Indah dan beberapa tokoh sekitarnya, di Jalan Ahmad Yani Waikabubak, Sumba Barat, NTT. Aktivitas di Pasar Minggu Waikabubak telah berlangsung beberapa bulan, di trotoar dan emperan toko; bahkan di bibir jalan raya. Transaksi berlangsung sekitar pukul 08.00-11.00 WITA setiap hari Minggu.

Penertiban oleh Pemerintah Daerah telah dilaksanakan dengan baik melalui Polisi Pamong Praja (Pol PP) secara teratur dan bertanggung jawab. Hal tersebut terbukti dengan pindahnya para penjual dari pasar lama Waikabubak ke pasar baru di Weekarou. Namun masih ada saja segelintir penjual yang menjual dagangannya di area pasar lama , menggunakan trotoar. Tingkat kesadaran sebagian kecil masyarakat belum memenuhi harapan bersama, tetapi hal itu bisa diatasi dengan baik selama ini, namun harus dipantau terus oleh pihak Pol PP.

Dilema yang muncul ke permukaan adalah bahwa area pasar lama dan tempat-tempat strategis di depan toko Putra Baroka, BRI Unit Dede Kadu, toko Tidar Jaya dan sekitarnya sebagai tempat berdagang sebelumnya tidak lagi ada aktivitas. Proficiat untuk petugas Pol PP. Namun muncul kecemasan baru karena pedagang berinisiatif menggunakan hari Minggu untuk berjualan di pasar Minggu dengan durasi waktu 3-4 jam dan sangat ramai, kemudian mulai sepi berangsur hingga senja hari.

Buah-buahan, sayuran segar, tomat, lombok, kelapa tua dan muda, dan berbagai aneka keperluan keluarga untuk sajian makan siang tersedia antara lain juga tahu-tempe,ikan,dll. Yang penting praktis dijangkau, dari pada berlelah-lelah ke pasar baru di Weekarou, ungkap beberapa pembeli yang dimintai komentarnya tentang pasar Minggu oleh Pasolapos.

Keprihatinan lain yang mencuat ke permukaan adalah soal kebersihan. Tergantung tingkat kesadaran para penjual asongan itu. Diharapkan setelah aktivitas tidak ada tumpukan sampah berserakan tidak karuan di area pasar Minggu, karena berkaitan dengan program BERSERI Sumba Barat.

Satuan Polisi Pamong Praja adalah perangkat daerah yang dibentuk untuk menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman serta menyelenggarakan perlindungan masyarakat. Mereka telah bekerja maksimal dan tekun membimbing masyarakat, namun masih saja oknum penjual tertentu yang membangkang.

Satpol PP kabupaten/kota dalam melaksanakan tugasnya betanggung jawab kepada bupati/wali kota melalui sekretaris daerah kabupaten/kota. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Satpol PP berwenang melakukan tindakan nonyustisial terhadap warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang melakukan pelanggaran atas Perda dan/atau Perkada.

Menindak warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Dalam melaksanakan penegakan Perda dan/atau Perkada Satpol PP dapat berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia; bahkan dengan Kejaksaan Republik Indonesia, dan pengadilan yang berada di kabupaten/kota.

Pasar Minggu sesungguhnya bisa menambah pajak daerah apabila direlokasi ke tempat yang tepat dan strategis. Dengan demikian para petugas pajak dapat menunaikan tugas dari kontribusi para pedagang. Apabila dicermati dengan baik bahwa area di dalam pasar lama Waikabubak yang menyatu dengan terminal lama yang beraspal bisa dipertimbangkan untuk area pasar Minggu yang cukup nyaman, tinggal pedagang menyiapkan tenda-tenda peneduh untuk berjualan. Asal area pasar tersebut legal. Beberapa orang yang dimintai tanggapannya oleh Pasolapos memberi saran demikian.

Kepala Dinas Lingkungan Sumba Barat, Melkianus Lede Ubu Lege, SE ketika ditanya oleh penulis saat sosialisasi Adiwiyata di Kantor Camat Kota Waikabubak (28/5/2025), kadis menjelaskan akan berkoordinasi dengan lintas sektoral antara lain dengan Sat Pol PP untuk menangani pasar Minggu Waikabubak. Hasilnya telah nampak bahwa kebersihan di pasar Minggu Waikabubak telah diperhatikan para penjual.

Dijelaskan oleh Kadis Lingkungan Hidup bahwa masih ada proses lebih lanjut berkaitan dengan sampah kota. Akan ada pemilahan dan daur ulang sampah. Ungkapnya mudah-mudahan pada Agustus 2025 ini pemilahan dan pengolahan sampah bisa mulai beroperasi di Waikabubak.

Karena selama ini hanya masalahnya dipindahkan : sampah diangkut dari Kota Waikabubak dan dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Weedabo. Menurutnya hal itu belum menyelesaikan masalah. Sembari memberi 1 contoh bahwa kertas plastik setelah dipilah bisa diolah menjadi paving, yang dapat digunakan pada jalan-jalan setapak. Proficiat kepada Pol PP dan Pak Kadis Lingkungan Hidup Sumba Barat. ***

 

Tinggalkan Balasan