SBD – PASOLAPOS.COM || Rumah Sakit Reda Bolo menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat kabupaten Sumba Barat Daya.
Telah terungkap borok pengelolaan keuangan di Dinas Kesehatan Kabupaten SBD yang kini membuka mata publik bikin melongo.
Padahal, uang rakyat telah digerogoti untuk hal yang mudarat di tengah teriakan efisiensi anggaran akibat kas daerah defisit 215 miliar.
Masyarakat yang tidak tahu menahu terkesima dengan publikasi dan gencarnya propaganda media sosial.
Betapa ruginya pemerintah, dalam setahun tidak sedikit uang negara terkuras karena ulah oknum dinas kesehatan yang diduga bermain anggaran seolah milik nenek moyangnya.
Yang pada ujungnya, kian banyak dokter baik residen maupun spesialis yang sudah ada sebelumnya menganggur.
Dikutip dari berbagai media, yang berdomisili di kabupaten Sumba Barat Daya, bahwa Dokter residen didatangkan, namun alat rontgen di RSUD Redabolo sudah lama rusak.
Sungguh memprihatinkan atas kejanggalan yang terjadi dirumah sakit Reda Bolo, namun yang menjadi pertanyaan publik, berarti ada dugaan penyanggunaan kewenangan, bahkan indikasi Korupsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya.












