Opini  

ORANG YANG SUKA MENYINDIR/MEMBENCI APAKAH AKIBATNYA ?

Oleh Agustinus B. Wuwur

Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat/Ketua Komsos Paroki Waikabubak

Orang suka menyindir sering kali melakukannya karena mereka merasa iri atau tidak puas dengan dirinya sendiri.

Sindiran adalah cerminan dari kelemahan mereka,  bukan kelemahan orang lain. Alih-alih mereka merasa terluka atau kecil hati, dan sebaiknya fokuslah pada kebaikan nilai positif yang kalian miliki. Orang yang suka menyindir/membenci  mungkin saja memiliki beberapa karekteristik  psikologis, seperti rendah diri, tidak percaya diri serta keberanian. Mereka merasa lebih baik kalau melakukan sesuatu dengan cara merendahkan orang lain.

Melansir dari jurnal, unipasby.ac.id keraf  berpendapat bahwa  ada 3 macam sindiran, yaitu ironi, sarkasme, serta sinisme. Ironi mengacu pada perkataan yang memiliki makna yang berbeda dari apa yang terkandung dalam rangkaian kata-kata. Sarkasme, sindiran yang mengandung celaan. Sinisme adalah sindiran yang berwujud kesangsian dan mengandung ejekan terhadap ketulusan hati seseorang.

Penelitian dari Harvard tentang kesehatan mental dan media sosial menunjukkan bahwa orang  yang mempunyai  kondisi psikologi tidak stabil sering memakai media sosial untuk mengekspresikan diri. Kepuasan akan dirasakan pelaku bila sindiran sampai kepada orang yang dituju/target.

Psikologi orang yang suka menyindir : 1) Tidak memiliki keberanian yang cukup untuk berhadapan atau melontarkan kata-kata negatif di depan target. Lebih menyakitkan dari pada to the point. 2) Mengalami situasi sulit : sulit/canggung, oleh karena itu seseorang memilih mengutarakan sindiran.  3) Ingin lebih leluasa mengelak dengan mudah apabila target menuduh perbuatan yang dilakukan. 4) Kepuasan pribadi, bagi para pelaku apabila target merasa terpojok , dan tidak memberi perlawanan apa pun. Pelaku semakin brutal melayangkan sindirannya kepada target. 5) Rendah diri, kecendrungan untuk merendahkan orang lain maupun menyindir.

Pater Mans Watun, CSsR pada serial “MORNING SPIRIT” Sabtu, 19 Juli 2025 memberi judul pada serial tersebut “KEBENCIAN HANYA BISA DIKALAHKAN DENGAN CINTA.” Ulasan Pater Mans mengacu pada bacaan Pekan Biasa XV. Bacaan Keluaran 12: 37-42. Injil Matius 12 : 14-21. Pater Mans memaparkan bahwa “Kebencian selalu memberatkanmu karena sesungguhnya mereka yang Anda benci pasti tidur pulas dan menikmati hidupnya sementara Anda bergulat dengan rasa dan emosi negatifmu sendiri”.

Selanjutnya Pater Mans menjelaskan bahwa  kebencian orang-orang Farisi  menyatukan mereka untuk bersepakat melakukan kejahatan ingin membunuh Yesus. Kebencian itu bukan bermula disebabkan oleh kejahatan yang dilakukan Yesus, melainkan karena perbuatan-perbuatan yang mereka tidak bisa lakukan; ya  itu penyebabnya adalah iri hati.

 

Pater Mans pun menjelaskan lebih lanjut, bahwa sementara dari pihak Yesus;  Ia tetap berbuat baik kepada semua orang tanpa batas dan tanpa syarat. Ditegaskannya bahwa  pelajaran penting yang bisa kita petik dari Injil  Matius 12 : 14-21 sebagai berikut :

1) Sesaat  ketika Anda memelihara kebencian di dalam dirimu, maka hati, pikiran dan tanganmu akan dituntun untuk melakukan kejahatan.

2)  Kebencian akan mengurung dan mematikan dirimu sendiri, karena sesungguhnya mereka yang Anda benci menjalani hidupnya dengan bebas dan penuh sukacita.

 

3) Tetaplah melakukan kebaikan karena hanya dengan kebaikan dan cinta maka kebencian akan dikalahkan dan dihancurkan.  Karena itu, satu-satunya cara mengalahkan kebencian adalah mencintai dan mengampuni terus tanpa batas dan tanpa syarat. Semoga bermanfaat bagi para pembaca setia Pasolapos. (dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan