Opini  

KITA MENJADI BERKAT BUKAN MENJADI BENALU “TIDAK ADA MAKAN SIANG GRATIS”

(2 Tesalonika 3 : 7-12)

Oleh Agustinus B. Wuwur

Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat/Ketua Komsos Paroki Waikabubak

           PASOLAPOS.COM – OPINI || Pernah  dikisahkan tentang seorang raja yang pada suatu saat memanggil penasihatnya. Raja berkata kepada penasihatnya : “Anda seorang penasihat bijaksana, tulislah kebijakan-kebijakan sehingga bisa dibaca oleh generasi-generasi mendatang”. Jawab penasihat itu : “ Baiklah tuanku, akan kulakukan titah baginda yang mulia”.

Setelah beberapa waktu kemudian  penasihat itu datang kepada raja dengan membawa beberapa jilid kebijakan yang sudah ditulisnya. Setelah ia mempresentasikan kebijakan tersebut, raja berkata : “kebijakan itu terlalu banyak, orang tidak akan mau membacanya”.

Sang penasihat tersebut pulang , memperbaiki tulisannya dan kembali kepada raja dengan membawa satu jilid kebijakan. Raja masih memberi komentar yang sama “terlalu banyak” ! Penasihat itu tidak putus asa, ia kembali ke rumahnya : pikir punya pikir, renung punya renung dan akhirnya ia berhasil merumuskan satu kalimat dan  kembali kepada raja dengan membawa satu pasal kebijakan yang dirumuskannya  dengan singkat, padat, dan jelas  : “TIDAK ADA MAKAN SIANG GRATIS” . Raja mengangguk-anggukkan kepalanya seraya  berkata  : “ Satu kalimat kebijakan itu sudah cukup dibaca oleh generasi-generasi yang akan datang “. Rupanya mental gratis saat itu sudah sedemikian parahnya terjadi di kerajaan itu.

Mengacu pada II Tesalonika  3  : 7-12 ada beberapa ayat yang punya  benang merah dengan judul tulisan di atas antara lain : ayat (7) “Sebab kamu sendiri tahu , bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja diantara kamu “ , ayat(8) “dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu”.

Ayat (10) “Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu : jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan “ . Dari bacaan Tesalonika ini, Paulus berbicara tentang etika kerja adalah bahwa  “jika seseorang tidak bekerja, janganlah ia makan”.

              Paulus mendorong orang-orang pada zamannya untuk bekerja dengan tangannya, dan karenanya mereka memberi contoh  mengenai beberapa alasan orang bekerja. Teladan mengenai kerja keras dan teratur bukan hanya pada kegiatan Paulus sendiri , melainkan juga pada aturan yang diberikan Tuhan Yesus.

Di dalam setiap organisasi, instansi/kantor ,  perkumpulan, kelompok, paguyuban  atau apapun namanya, mungkin  saja ditemukan ada orang-orang tertentu itu  sehat , punya kemampuan fisik  prima , nalarnya jalan tetapi memiliki “mental gratis”. Mereka selalu ingin mendapatkan keuntungan tanpa mau bekerja atau berkorban. Mereka  enggan bekerja , tetapi beharap menerima keuntungan dari hasil kerja orang lain dan “ bermental benalu. “ Coba tengok di keluarga Anda, kelompok, komunitas, paguyuban, atau kelompok apa pun namanya  atau di lingkungan kerja Anda adakah orang-orang tertentu “bermental benalu “?!

Dengan demikian bagaimana sikap kita terhadap orang-orang bermental “benalu”, apakah tak usah pusing dengan mereka ? Coba perhatikan ada di antara mereka yang dahinya selalu berkerut dan  merasa makin bergengsi kalau memberi kesan sibuk di kalangan banyak orang. Egonya menyodok dia jadi orang sibuk, tapi malas.

Oleh karena itu marilah kita berpartisipasi/ berkontribusi kepada keluarga, dan dalam karya pelayanan kita masing-masing, juga di tempat kerja. Dan, kebiasaan itu perlu kita ajarkan kepada generasi mendatang, yaitu anak-anak kita agar mereka tidak terbiasa mengharapkan yang gratis, namun mau membayar harga dengan bekerja dan berupaya apabila ingin mendapatkan sesuatu; tidak bermental benalu.

Benalu bahasa Latinnya bervariasi tergantung jenisnya,  contohnya Dendropthoe. Benalu mencari makanan dengan cara menempel pada tumbuhan inang dan menyerap air serta nutrisi dari inangnya melalui “akar palsu” atau haustorium, meskipun benalu juga mampu melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri.  Oleh karena itu : “Marilah kita menjadi berkat bukan menjadi benalu. “ Semoga ulasan ini bermanfaat bagi pembaca setia Pasolapos.

 

Tinggalkan Balasan