NTT Mart Resmi Beroperasi di Waikabubak, Dorong Perputaran Ekonomi Lokal dan UMKM Sumba Barat

NTT Mart sudah hadir di Sumba,kini Kota Waikabubak terdapat NTT Mart.

PASOLAPOS.COM | WAIKABUBAK – Upaya memperkuat ekonomi lokal di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan langkah nyata. NTT Mart kini resmi hadir di Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, dan diharapkan menjadi pusat pemasaran strategis bagi produk Industri Kecil Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Peresmian NTT Mart dilaksanakan pada Selasa malam, 16 Desember 2025, di wilayah Kecamatan Kota Waikabubak. Program ini berada di bawah pengelolaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah kabupaten/kota se-NTT.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya yang disampaikan secara daring melalui zoom meeting, menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi daerah dengan memastikan perputaran uang tetap berada di dalam wilayah NTT. Menurutnya, selama ini masyarakat NTT masih terlalu bergantung pada produk dari luar daerah, sehingga potensi ekonomi lokal belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Selama ini uang masyarakat NTT justru banyak mengalir ke luar daerah. Contohnya, pembelian pinang dari luar NTT setiap tahun nilainya bisa mencapai triliunan rupiah. Ini harus kita ubah,” tegas Gubernur Melki.

Ia menegaskan bahwa produk-produk unggulan NTT, baik dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan, maupun industri rumah tangga, harus memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan. Kehadiran NTT Mart dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus menjadi wadah pemasaran yang dikelola oleh orang NTT sendiri.

Lebih lanjut, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi UMKM dan IKM di NTT masih berkutat pada empat persoalan mendasar, yakni keterbatasan modal usaha, minimnya pendampingan teknis, lemahnya manajemen keuangan, serta akses pasar yang belum memadai. Melalui NTT Mart, pemerintah mendorong agar pelaku usaha lokal lebih percaya diri untuk berproduksi karena pasar sudah tersedia.

“Kalau pasar sudah ada, maka UMKM pasti akan bergerak. Inilah semangat utama kehadiran NTT Mart,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, menyampaikan bahwa di wilayahnya terdapat ratusan pelaku IKM yang bergerak di berbagai sektor usaha. Namun hingga saat ini, baru sebagian kecil yang telah memenuhi persyaratan untuk masuk ke sistem pemasaran NTT Mart.

“Di Sumba Barat ada sekitar 693 IKM, tetapi baru 24 yang terdaftar dan siap masuk ke NTT Mart. Ini menunjukkan masih banyak kendala yang harus kita benahi bersama,” ungkap Bupati.

Menurutnya, kehadiran NTT Mart menjadi harapan baru bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing. Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah dan Dasacita Ayo Bangun NTT yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Kami berharap dukungan pemerintah provinsi terus berlanjut, agar NTT Mart benar-benar menjadi solusi jangka panjang bagi UMKM dan IKM di Sumba Barat,” ujarnya.

Acara peresmian NTT Mart di Waikabubak turut dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Wakil Bupati Sumba Barat, Sekretaris Daerah, jajaran OPD terkait, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, serta Dandim 1613 Sumba Barat Letkol Inf Ignasius Hali Sogen. Hadir pula Ketua Dekranasda beserta tim yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan NTT Mart.

Dengan hadirnya NTT Mart di Waikabubak, masyarakat berharap produk-produk lokal Sumba Barat dapat semakin dikenal, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas di masa mendatang.

 

Tinggalkan Balasan