Oleh Agustinus B. Wuwur, Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat
PASOLAPOS.COM – WAIKABUBAK || Kepala SMP Katolik Waikabubak, Ibu Agustina Kiya, S.Pd saat membuka dengan resmi rekoleksi Kelas IX SMP Katolik Waikabubak mengharapkan peserta didik serius mengikuti rekoleksi untuk meningkatkan kemampuan, refleksi menggali potensi/kemampuan , mengenal diri masing-masing, harapan-harapan untuk masa depan. Rekoleksi sehari berlangsung di SMP Katolik Waikabubak (3/5/2025).
Tujuan Rekoleksi : Mengenal diri, anugerah-anugerah, potensi, bakat, kemampuan, dan keunikan peserta didik, mampu mensyukurinya. Menemukan cita-cita dan impian masa depan. Memberi semangat kepada peserta didik bertumbuh dan berkembang demi mencapai cita-cita, dalam zaman yang berubah. Pemateri Agustinus B. Wuwur dibantu Ibu Maria Imakulata Nalle, S.Ag.
Teks Penuntun : tentang Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia: laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka. Rumah adalah tempat pertama di mana kita mengenal cinta. Ibu yang melahirkan kita, membelai kita dengan penuh mesra. Cintanya begitu besar. Tak ada satupun kesalahan kita dan perbuatan nakal kita yang tidak dimaafkan ibu. Doanya bagi kita selalu kita dengar. Ayah bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan kita : membayar uang sekolah, memberi uang saku, dan memberi banyak hal yang kita minta.
Keluarga, sahabat, teman-teman, bapak ibu guru, dan orang-orang di sekitar juga mencintai dengan cinta yang tak terbatas. Dengan dicintai, muncul rasa kebahagiaan. Kesepian pun sirna, membuat seseorang jadi semangat. Menggapai cita-cita setinggi langit merupakan salah satu cara untuk bersyukur kepada Tuhan. Semuanya itu adalah pemberian Tuhan kepada kita. Tuhan itu baik hati. Itulah yang harus kita syukuri.
Menurut Agus , sikap batin dan perbuatan lahir berkaitan dengan moral sebenarnya memuat dua segi yang berbeda, yakni segi batiniah dan segi lahiriah. Orang yang baik adalah orang yang memiliki sikap batin yang baik dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik pula. Sikap batin itu seringkali juga disebut hati. Orang yang baik mempunyai hati yang baik. Akan tetapi sikap batin yang baik baru dapat dilihat oleh orang lain setelah terwujud dalam perbuatan lahiriah yang baik pula.
Sikap santai tergambar dalam humor dengan ungkapan : “ nanti kita lihat, tunggu waktu yang baik baru belajar, sikap menyerah apa boleh buat, begitu sudah nasib “ terserah ALLAH. Ini bisa jadi disebabkan juga oleh sistem feodal yang belum teratasi. Atau ramai-ramai yang penting sekolah dulu : Kegembiraan waktu senang, menyerah kalau nasib buruk.
Selama kita hidup di dunia ini, ribuan norma ditawarkan atau diperkenalkan kepada kita. Bahkan mungkin ada juga beberapa norma yang agak dipaksakan kepada kita. Norma itu dapat berasal dari orang tua kita, yang tentu tidak lepas dari norma yang mereka warisi dari kakek dan nenek kita. Norma itu dapat berasal dari masyarakat setempat,sekolah, umat beragama, pemerintah daerah, negara,dll.
Di sekolah peserta didik belajar norma-norma, yang barangkali tidak sempat diajarkan oleh orang tua maupun masyarakat di sekitarnya. Di sekolah peserta didik dilatih untuk disiplin waktu dan mengerjakan tugas-tugas secara bersungguh-sungguh. Dilatih untuk tekun, untuk tetap hadir di kelas walaupun merasa bosan terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Belajar untuk bekerjasama dengan teman-teman.
Dari agama kita memahami banyak norma yang khas agama maupun penggarisbawahan norma-norma yang sudah kita kenal dari orang tua, masyarakat dan sekolah. Agama bahkan mengajarkan kepada kita norma-norma yang mengikat hati nurani (membedakan mana yang benar dan mana yang salah), karena keyakinan bahwa norma-norma itu diwahyukan sendiri oleh Allah melalui para nabi atau rasul-Nya
Injil Matius 25 : 14-30 tentang talenta yang berkaitan dengan : Daya Cipta berarti kekuatan untuk membuat, menciptakan sesuatu. Tuhan telah memberi manusia akal budi, pikiran, otak. Dengan akal budinya itu, manusia dapat berpikir. Dengan demikian ia memiliki kecerdasan, kreativitas. Ia dapat memilih dan membedakan mana yang baik dan tidak baik, mana yang benar dan salah. Inilah yang membuat manusia Istimewa dibandingkan makhluk Tuhan lainnya.
Daya Rasa berarti kekuatan untuk merasakan segala sesuatu. Daya Karsa berarti kekuatan untuk melakukan kehendak, keinginan, karya,segala pekerjaan; termasuk tekun belajar meraih cita-cita. Setiap orang diciptakan secara unik. Tuhan menganugerahkan KADO KEHIDUPAN kepada setiap orang : Keadaan fisik : sehat, punya organ tubuh lengkap, tidak cacat, cantik, ganteng,dsb.
Bakat/talenta : kemampuan pengetahuan dan kererampilan. Watak/sifat : sabar, suka menolong, rajin, lemah lembut, tegas, rendah hati, jujur, berani, hemat ,murah senyum, mudah bergaul, disiplin, gembira. Pengalaman : berziarah, berdoa, membantu orang tua. Kajian pokok pikiran : Tuan mempercayakan talenta kepada hamba-hambanya : Sikap masing-masing hamba terhadap talenta. Pertanggungjawaban dua hamba yang baik. Pertanggungjawaban hamba yang jahat.
Menjelang usai rekoleksi 3 ibu guru memberi peneguhan kepada peserta didik : Ibu Katrina Jama Nuna,S.Pd menyampaikan banyak problema selama peserta didik bersekolah di SMP Katolik Waikabubak dengan berbagai latar belakangnya, tetapi dengan talenta peserta didik dapat olah menjadi potensi dalam berproses. Ibu Desvenri T. Radja,S.Pd mengungkapkan bahwa setiap peserta didik punya talenta gunakan untuk meraih masa depan. Ibu Yuliana Weta Raja,S.Pd mengatakan bahwa antara talenta dengan cita-cita ada hubungan sangat erat. Raih cita-cita sesuai keunggulan-keunggulan yang dimiliki pinta Ibu Lian kepada peserta didik. Wali Kelas IX : Ibu Rina, Pak Markus, dan Ibu Marlin beri apresiasi kepada anak-anak wali yang telah dibina dengan susah payah, diharapkan mereka meraih Bintang Melalui Jendela Zaman.












