PASOLAPOS.COM – Tambolaka, Sumba Barat Daya || 21 November 2025
Balai Latihan Kerja (BLK) Don Bosco Sumba resmi memperkuat kemitraannya dengan Yayasan Common Room dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kemandirian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Sumba Barat Daya (SBD) dan Sumba Tengah. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pemberdayaan ekonomi berbasis digital di daerah pedesaan dan terpencil.
Kolaborasi ini semakin solid sejak ditetapkannya Sekolah Internet Komunitas (SIK) di BLK Don Bosco sebagai pusat pelatihan digital bagi pelaku usaha. Fasilitas ini didukung oleh Kedutaan Besar Inggris, yang turut mendanai pembangunan Menara Internet berbahan bambu di kompleks Don Bosco–Weepangali, sehingga akses internet dapat dimanfaatkan secara lebih merata oleh masyarakat.
Fokus pada Peningkatan Literasi Digital dan Kemampuan UMKM
Melalui program pendampingan selama dua tahun, BLK Don Bosco dan Yayasan Common Room menargetkan peningkatan literasi digital, literasi finansial, serta keterampilan produktif masyarakat, khususnya kelompok UMKM seperti pengrajin, produsen lokal, pedagang kecil, dan pelaku usaha rumahan.
Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai kompetensi, antara lain:
- kemampuan mengelola e-commerce,
- penyusunan laporan keuangan sederhana,
- pembuatan konten digital sebagai media promosi,
- serta edukasi mengenai keamanan transaksi online.
Dengan akses internet yang semakin memadai, para pelaku UMKM diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas dan bersaing di era digital.
FGD Dua Hari untuk Penyelarasan Program
Sebagai langkah awal pelaksanaan, BLK Don Bosco dan Common Room menggelar Focus Group Discussion (FGD) selama dua hari untuk menyelaraskan peran, ekspektasi, dan pola koordinasi sebelum turun ke lapangan pada bulan berikutnya.
Hari Pertama – 20 November 2025
Diskusi dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain:
- Dinas Koperasi,
- Dinas Perindustrian,
- Dekranasda SBD,
- Bank BRI,
- Bank NTT.
Pertemuan tersebut membahas peta kebutuhan UMKM, dukungan pemerintah daerah, hingga peluang pengembangan ekonomi digital di tingkat desa. Perbankan turut berdiskusi mengenai pola pendampingan kelompok UMKM dan akses pembiayaan yang lebih terjangkau.
Hari Kedua – 21 November 2025
FGD dilanjutkan dengan menghadirkan 21 pelaku UMKM dari kelompok binaan Bank BNI dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Para peserta aktif menyampaikan tantangan usaha yang mereka hadapi, termasuk minimnya akses teknologi, keterbatasan pemasaran, serta kebutuhan pendampingan digital yang lebih intensif.
Mereka juga menyampaikan kesiapan untuk bertransformasi ke platform online guna memperluas jangkauan pemasaran produk lokal Sumba.
Menuju Model Pemberdayaan UMKM Digital di NTT
Kolaborasi BLK Don Bosco dan Yayasan Common Room ini diharapkan menjadi model percontohan pemberdayaan UMKM berbasis digital di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan semakin banyak pelaku UMKM yang melek teknologi, Sumba Barat Daya diharapkan mampu memperkuat roda perekonomian lokal dan menciptakan ekosistem usaha yang adaptif terhadap perkembangan zaman.












