Pasar Inpres Waiha di Kodi Balaghar Semrawut, Warga Desak Pemerintah Segera Benahi

Pasar Inpres Waiha yang terletak di Desa Waiha, Kecamatan Kodi Balaghar, kembali menjadi sorotan publik.

PASOLA POS – KODI BALAGHAR || Pasar Inpres Waiha yang terletak di Desa Waiha, Kecamatan Kodi Balaghar, kembali menjadi sorotan publik. Pasar yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut dinilai tidak tertata dengan baik akibat lemahnya perhatian pemerintah desa dan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar dalam menjaga ketertiban.

 

Pasar Waiha, yang dibangun sejak era penjajahan Belanda, merupakan salah satu pusat ekonomi tertua di wilayah Kodi Balaghar. Dahulu, pasar ini berfungsi sebagai titik strategis yang turut berperan dalam menjaga wilayah dari serangan kolonial. Namun kini, kondisi pasar jauh dari harapan dan tidak mencerminkan nilai historis yang pernah melekat.

Kondisi Pasar Semrawut, Lalu Lintas Terganggu

Hingga saat ini, penataan pasar belum menunjukkan perbaikan signifikan. Minimnya perhatian dari pemerintah desa dan kecamatan menyebabkan aktivitas masyarakat di area pasar kerap mengganggu ketertiban umum, terutama di jalur utama menuju Kota Waitabula dan beberapa desa di Kodi Balaghar.

Pengendara roda dua dan roda empat sering memarkir kendaraan secara sembarangan, sehingga menghambat arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan pada hari pasar, yaitu hari Rabu dan Sabtu.

Diduga Picu Maraknya Kasus Pencurian Motor

Warga menyoroti peran Kepala Desa Waiha, Andreas Pati Mone, yang dinilai tidak melakukan penertiban secara optimal. Kondisi pasar yang dibiarkan semrawut disebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus pencurian sepeda motor di area pasar setiap pekan.

Ketiadaan sistem parkir resmi, tidak adanya karcis, serta tidak tersedianya lokasi parkir yang tertata rapi memberi ruang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi tanpa pengawasan.

Pedagang Minta Pos Polisi di Area Pasar

Seorang penjual pakaian di Pasar Waiha menyampaikan harapannya kepada Pasola Pos. Ia meminta agar dibangun pos polisi di titik pertigaan strategis yang menghubungkan jalur menuju Kampung Wainyapu, Kahale, dan Waitabula.

Menurutnya, keberadaan petugas kepolisian pada hari pasar akan membuat parkiran lebih tertib, mengurangi potensi pencurian kendaraan, serta membantu menata lalu lintas yang sering kali kacau.

“Kami ingin aturan yang jelas. Kalau ada polisi di hari pasar, setidaknya parkiran bisa tertata dan kendaraan tidak diletakkan sembarangan,” ujarnya.

Pasar Jadi Sorotan Warga dan Media Sosial

Pasar Inpres Waiha kini menjadi pembicaraan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna menyoroti kondisi pasar yang dinilai tidak sesuai standar kebersihan dan keamanan, serta kurangnya pengawasan aparat terkait.

Hal ini diperburuk oleh fakta bahwa pasar tersebut belum berada dalam pengelolaan optimal dari dinas kebersihan maupun Polsek Kodi Bangedo. Jarak yang cukup jauh membuat pemantauan dan pengawasan tidak berjalan efektif.

Penerangan Jalan dan Listrik Masih Minim

Keluhan lain datang dari sejumlah pedagang yang ditemui Pasola Pos pada Rabu, 12 November 2025. Mereka menyampaikan bahwa penerangan listrik di beberapa desa dalam wilayah Kecamatan Kodi Balaghar masih belum memadai. Kondisi gelap pada malam hari membuat area pasar dan sekitarnya terasa tidak aman.

Masalah minimnya penerangan ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat dan keamanan di sekitar jalan-jalan utama menuju pasar.

Warga Minta Respons Pemkab SBD

Melalui Pasola Pos, warga meminta agar Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya—khususnya Ibu Bupati SBD, Inspektorat, BPMD, PMD, hingga Polres SBD—segera menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi terkait dua isu pokok:

  1. Penerangan listrik di wilayah Kodi Balaghar
  2. Penataan dan ketertiban Pasar Inpres Waiha

“Kami berharap ada respons dari pemerintah. Masalah listrik dan ketertiban pasar harus segera dibahas,” ujar salah seorang warga.

Desakan Pendirian Pos Jaga Permanen

Warga lainnya juga meminta agar pemerintah mempertimbangkan pembangunan pos jaga di area pasar, terutama pos polisi permanen, sehingga seluruh aktivitas pasar dapat berlangsung aman dan kondusif.

“Pos jaga sangat dibutuhkan agar pasar tetap aman. Kami ingin ada kepastian keamanan setiap hari,” tegasnya.

 

Tinggalkan Balasan