Berita Terbaru
Kehadiran Ibu Bupati SBD, bersama jajaran (OPD)lokusnya monitoring dan evaluasi stunting di posyandu Waipahanduk desa Waimaringi Kecamatan Kodibalagha. Pasolapos.Com==Acara yang berlangsung pada jumat 24/07/2026 di desa waimaringi dalam rangka melakukan stunting di wilayah kecamatan kodi balaghar serta penurunan angka stunting di desa waimaringi kecamatan kodi balaghar ” Camat Kodi Balaghar LODOWIK ALALO bersama bupati Ratu Wulla Talu,ST Beserta jajaran dan masyarakat tujuan memantau keadaan (STUNTING) “Kedatangan bupati Ratu Wulla Talu,ST, ini bertujuan memantau langsung penanganan Stunting dan menyampaikan beberapa persoalan tentang jalan insfrastruktur dari waimangura hingga kodi kahale akan saya hopmiks” “Dalam kunjungan tersebut , bupati juga menyampaikan dalam rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan dari waimangura hingga kodi kahale, ujar bupati di saat berdialog di tengah masyarakat ” “Selain insfrastruktur , fokus utama kita adalah berupaya percepat penurunan Stunting saya minta agar bupati kecamatan kodi balaghar bersama para kepala desa mengoptimalkan kegiatan stunting ” “Salah satu strategisnya, adalah memanfaatkan momentum perkumpulan warga di saat beribadah, camat juga harus bekerja sama dengan para kepala desa di seluruh wilayah seluruh balaghar adakan kegiatan stunting Bupati Ratu Wulla Talu Turun Langsung ke Desa Waimaraingi, Bahas Stunting hingga Jaringan Internet di Kodi Balaghar DPRD SBD Komisi 2 dan Pimpinan Siap Gelar Sidak Lapangan,Proyek Alun Alun Tambolaka. Uji Coba Sistem Irigasi Tetes Otomatis Berbasis IoT Bertenaga Surya, BLK Don Bosco Sumba. Peringati Hari Anak Nasional 2026, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak Melalui Festival Pahlawan Anak

Musibah Kebakaran 8 Kampung Adat Wainyapu Membutuhkan Uluran Tangan.

Balaghar-Pasolapos.com-Sehubung musibah Kebakaran Kampung adat yang dialami warga kampung wainyapu Kecamatan Kodi Balaghar, SBD, di Lahap si jago merah pada Selasa, 20/09/2022 dini hari membutuhkan uluran tangan dari pemerintah dan mayarakat umumnya NTT dan khususnya SBD.

Berdasarkan pantauan lapangan yang di lakukan awak media pasolapos.com, pada Rabu 21 September, salah satu warga dari Desa tetangga
Yohanes Odo Ate selaku ketua tim Seksi Sosial Paroki(SSP) sebagai reaksi tanggap darurat bencana alam yang berasal dari paroki santu Yosep weemarama menuturkan;
Tentang kebakaran di Wainyapu kami sudah lakukan survei dan pada awalnya kami berani turun karena pernah adakan pelatihan dari Karina karitas Keuskupan Weetabula sebagai tim tanggap darurat bencana alam. Yohanes mengatakan kami di latih oleh tim keuskupan dan sudah dua kali pelatihan. kami di bentuk dan di minta di paroki-paroki sehingga ketika ada bencana sudah ada orang yang ditugaskan dari ke uskupan untuk melakukan kajian lapangan dan pendataan tuturnya.

Tim dari paroki bergabung untuk turun langsung mendata dilapangan yang dipimpin oleh Yohanes Odo Ate

Yohanes juga mengatakan Terkait dengan kebakaran yang terjadi di kampung adat Wainyapu, kami coba Komonikasi antara 3 paroki. Paroki Weekabala balaghar sebagai tuan rumah karena memang wilayah kerjanya.
Kami dua paroki membantu Weekabala. Jadi kemarin kami turun jam lima, kami lakukan kajian dan pantauan serta pendataan tuturnya
Yohanes menerangkan kemarin ada 12 kampung yang terbakar di hamparan yang sama. Diantaranya 8 kampung terbakar dan 4 kampung sisanya.
Kata Yohanes dari 8 kampung tersebut terdapat 24 rumah yang terbakar, dari jumlah 24 tersebut diantaranya 19 rumah tidak berpenghuni dan hanya 5 rumah yang berpenghuni katanya.

Saat kebaran di Wainyapu terlihat tiang-tiang terbakar hangus.

Lanjut Yohan
Bantuan yang Sudah turun dari Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), juga dinas sosial, ada bantuan sembako. Ada juga tenda darurat untuk petugas yg nginap. Jadi kami Sudah lakukan pertemuan internal akan apa yang di bantu. Kami fokus kami bantuan kemanusiaan. Jadi kami membentuk tim penggalang dana, nanti kami siapkan tempat yang aman sehingga layak di distribusikan apa saja bantuan yang sudah di dapatkan tuturnya.

Inilah rumah adat wainyapu sebelum terbakar

Yohanes menuturkan, dirinya sangat merasa Iba dan kasian atas kesaksiannya melihat batu kubur yang hangus terbakar hingga tulang- belulang yang ada dalam batu kubur tersebut dapat keliatan dan juga ada yang terbakar pintanya.

Lanjut Yohanes Diketahui, nama 18 rumah adat dari 8 suku yang ludes terbakar, diantaranya, Suku Waijolo Wawa ada tiga rumah adat yang terbakar yakni uma Ripi, uma Maghu Parutu dan uma Kabogo.

Suku Waikatarri dua unit rumah adat, uma Bugha dan uma Watu Gela. sedangkan Suku Waihomba dua rumah adat, uma Kahubu dan Kadelle.

Selanjutnya, Suku Kaha Katoda ada tiga unit rumah adat, uma Katoda, uma Ughur dan uma Pali. Suku Kaha Malaghu satu rumah adat, uma Pulung.

Suku Baroro tiga rumah adat, uma Hapi, uma Padada dan uma Kahubu.
Suku Waigali dua rumah adat, Uma Watar dan Balla.
Suku Kaha Deta dua unit rumah adat, uma Habaiyo.

Harapan untuk kita semuah agar berkontribusi lewat uluran tangan akan musiba yang menimpa masyarakat kampung adat wainyapu sehingga saudara saudari kita dapatkan bantuan Morat dan moril atas peristiwa ini.

Redaksi:(Paul/Aten Kasa)

Tinggalkan Balasan