Musibah Kebakaran 8 Kampung Adat Wainyapu Membutuhkan Uluran Tangan.

Balaghar-Pasolapos.com-Sehubung musibah Kebakaran Kampung adat yang dialami warga kampung wainyapu Kecamatan Kodi Balaghar, SBD, di Lahap si jago merah pada Selasa, 20/09/2022 dini hari membutuhkan uluran tangan dari pemerintah dan mayarakat umumnya NTT dan khususnya SBD.

Berdasarkan pantauan lapangan yang di lakukan awak media pasolapos.com, pada Rabu 21 September, salah satu warga dari Desa tetangga
Yohanes Odo Ate selaku ketua tim Seksi Sosial Paroki(SSP) sebagai reaksi tanggap darurat bencana alam yang berasal dari paroki santu Yosep weemarama menuturkan;
Tentang kebakaran di Wainyapu kami sudah lakukan survei dan pada awalnya kami berani turun karena pernah adakan pelatihan dari Karina karitas Keuskupan Weetabula sebagai tim tanggap darurat bencana alam. Yohanes mengatakan kami di latih oleh tim keuskupan dan sudah dua kali pelatihan. kami di bentuk dan di minta di paroki-paroki sehingga ketika ada bencana sudah ada orang yang ditugaskan dari ke uskupan untuk melakukan kajian lapangan dan pendataan tuturnya.

Tim dari paroki bergabung untuk turun langsung mendata dilapangan yang dipimpin oleh Yohanes Odo Ate

Yohanes juga mengatakan Terkait dengan kebakaran yang terjadi di kampung adat Wainyapu, kami coba Komonikasi antara 3 paroki. Paroki Weekabala balaghar sebagai tuan rumah karena memang wilayah kerjanya.
Kami dua paroki membantu Weekabala. Jadi kemarin kami turun jam lima, kami lakukan kajian dan pantauan serta pendataan tuturnya
Yohanes menerangkan kemarin ada 12 kampung yang terbakar di hamparan yang sama. Diantaranya 8 kampung terbakar dan 4 kampung sisanya.
Kata Yohanes dari 8 kampung tersebut terdapat 24 rumah yang terbakar, dari jumlah 24 tersebut diantaranya 19 rumah tidak berpenghuni dan hanya 5 rumah yang berpenghuni katanya.

Saat kebaran di Wainyapu terlihat tiang-tiang terbakar hangus.

Lanjut Yohan
Bantuan yang Sudah turun dari Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), juga dinas sosial, ada bantuan sembako. Ada juga tenda darurat untuk petugas yg nginap. Jadi kami Sudah lakukan pertemuan internal akan apa yang di bantu. Kami fokus kami bantuan kemanusiaan. Jadi kami membentuk tim penggalang dana, nanti kami siapkan tempat yang aman sehingga layak di distribusikan apa saja bantuan yang sudah di dapatkan tuturnya.

Inilah rumah adat wainyapu sebelum terbakar

Yohanes menuturkan, dirinya sangat merasa Iba dan kasian atas kesaksiannya melihat batu kubur yang hangus terbakar hingga tulang- belulang yang ada dalam batu kubur tersebut dapat keliatan dan juga ada yang terbakar pintanya.

Lanjut Yohanes Diketahui, nama 18 rumah adat dari 8 suku yang ludes terbakar, diantaranya, Suku Waijolo Wawa ada tiga rumah adat yang terbakar yakni uma Ripi, uma Maghu Parutu dan uma Kabogo.

Suku Waikatarri dua unit rumah adat, uma Bugha dan uma Watu Gela. sedangkan Suku Waihomba dua rumah adat, uma Kahubu dan Kadelle.

Selanjutnya, Suku Kaha Katoda ada tiga unit rumah adat, uma Katoda, uma Ughur dan uma Pali. Suku Kaha Malaghu satu rumah adat, uma Pulung.

Suku Baroro tiga rumah adat, uma Hapi, uma Padada dan uma Kahubu.
Suku Waigali dua rumah adat, Uma Watar dan Balla.
Suku Kaha Deta dua unit rumah adat, uma Habaiyo.

Harapan untuk kita semuah agar berkontribusi lewat uluran tangan akan musiba yang menimpa masyarakat kampung adat wainyapu sehingga saudara saudari kita dapatkan bantuan Morat dan moril atas peristiwa ini.

Redaksi:(Paul/Aten Kasa)

Tinggalkan Balasan