Udangan yang datang dari Jakarta juga dari Sumba (Sumba Barat Daya, Sumba Tengah) telah memberikan dukungan yang baik kepada gereja. Ucapan terimakasih disampaikan romo kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten atas partisipasinya, romo menyampaikan terima kasih yang tulus. Terimkasih kepada umat dan panitia pelaksana tahbisan gereja paroki yang telah berjuang bersama membangun gereja, dan sukseskan prayaan ekaristi pentahbisan gereja.
Tak lupa ucapan terimakasih ditujukan kepada pimpinan agama, tokoh masyarakat yang hadir. Keterlibatan bukan hanya oleh orang Katolik saja, tetapi mulai dari sesama Marapu dan umat beragama lain. Rm. memberi apresiai kepada Bpk. Boy Hasan dari kalangan Islam yang sejak awal pembangunan sampai rampungnya pembangunan gereja ia menyumbangkan air secara cuma-cuma dengan mobil tangka air miliknya.

Demikian kisah pembangunan gereja sejak dari dasar, kako male teman-teman dari Marapu diikut sertakan. Ungkap Romo Nus semoga gereja ini menjadi milik bersama. Ucapan terimakasih disampaikan kepada yang mulia Bapak Uskup Weetebula, Edmund Woga, CSsR dan romo ingat betul pesan bapak uskup sejak awal pembongkaran gereja lama : “ Kamu yang kerjakan saya yang doakan “. Tak lupa pula romo menyampaikan terimakasih kepada pastor paroki , dan para imam pendahulu : “ sejak awal sampai dengan sekarang mereka yang meletakan dasar saya yang melanjutkan; dan itu semua atas dukungan umat, biarawan/i, dan para pihak yang telah memberikan motivasi”.
Di saat Covid pekerjaan tertunda, namun toh akhirnya gereja dapat rampung dibangun hingga ditahbiskan hari ini. Terimakasih disampaikan pula kepada Lantas, TNI, Pol PP, umat, anggota koor, dan semua saja yang berpartisipasi hingga perayaan ekaristi pentahbisan gereja baru terlaksana hari ini dengan baik. Usai perayaan ekariti tamu-undangan dan umat menuju “ Lapangan Stella Maris “ SMP Katolik Waikabubak untuk ramah tamah bersama dipandu oleh Bpk. Paul Sukur. Pesta telah usai, umat siap-siap rencana pembangunan pastoran menanti Anda semua.












