Ajak bapak uskup tugas kita yang menjadi anggota gereja supaya pilar-pilar yang sudah diletakkan kedua rasul pelindung paroki itu dijaga bila perlu semakin diperkuat tidak hanya di kalangan kita Katolik. Tetapi menjaga persaudaraan kita dengan sesama yang lain sebagai murid-murid Yesus. Juga menjaga persaudaraan di keuskupan , paroki-paroki dan stasi-stasi, dalam kehidupan kita bersama-sama di tengah-tengah masyarakat menjadi salah satu topik dalam karya pewartaan.
Kita harus tunjukan persaudaraan di antara kita , juga kebersaan dengan sesama yang lain supaya jadi harta bernilai dalam kehidupan sehari-hari. Jangan kita jadi biangkeladi antara kita sesama ungkap bapak uskup penuh harap. Perhatikan beberapa pilar penyanggah antara lain : pilar ibadat/liturgi yang sudah dibangun sejak awal kehidupan gereja, mereka berkumpul pecahkan roti dan rayakan ekaristi secara bersama, dengan demikian persaudaraan itu semakin kuat. Dalam mewartakan Injil keselamatan, belajar dari kitab suci mengokoh kuatkan iman. Kita butuh Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari supaya teguh seperti Petrus dan Paulus.

Ada juga pilar saling melayani satu sama lain, antara lain di Keuskupan Weetebula dengan program Kelompok Basis Gerejawi (KBG) yang ada di lingkungan-lingkungan dalam paroki maupun di stasi-stasi yang sudah dicanangkan dan dilaksanakan sekian tahun yang lampau.
Dalam membangun gereja yang baru ini umat tergerak berdasarkan pilar diakonia memberi, sebagai salah satu contoh aksi lima menit untuk menhimpun dana membangun gereja ini, juga menjadi contoh dalam kehidupan fisik kita. Apa yang menjadi tujuan menunjukan partisipasi membangun gereja adalah tubuh kita, dalam mengungkapkan iman kita.
Misa meriah itu diramu dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh : Pastor Paroki Waikabubak, Rm. Konstantinus Nggajo, Pr, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH; mewakili Penjabat Gubernur, NTT, dan bapak uskup. Berikut ini ulasan sambutan Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak. Rm. Nus ia biasa disapa , atas nama umat menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua yang hadir atas kehadiran untuk mengikuti pentahbisan gereja paroki Waikabubak.
Terimakasih disampaiakan Rm. Nus ditujukan kepada umat baik yang aktif maupun yang perlu dimotivasi untuk semakin aktif mulai dari prosesi kako male sampai dengan perayaan ekaristi pentahbisan gereja hari ini. Saat prosesi kako male ada 30 ekor babi dan 1 ekor sapi yang dibawa oleh umat, juga para pihak yang peduli kepada umat Paroki Waikabubak.












