Opini  

HUT SBD – 18 Thn,Inilah Ungkapan Puitis dari Warga Kepada Ibu Ratu Wulla Talu

Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST, secara resmi membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Literasi dan Inklusi Keuangan bagi perangkat desa se-daratan Sumba.

SABAR-mu SEDALAM SAMUDERA

(Mengurai Kesabaran Aktivis Perempuan, Ratu Wulla Talu)

Dulu, ia dibenci. Dihina. Diremehkan. Bahkan dipandang sinis oleh sebagian orang yang tidak mengenalnya. Tetapi waktu membuktikan bahwa kebencian itu tak mampu menumbangkan semangatnya. Saya bahkan nyaris merasa tidak cukup kuat untuk menerima terjangan kata-kata kotor dari netizen. Diberondongi hinaan maha dahsyat, rasa-rasanya sekujur tubuh ini remuk redam. Lunglai. Dan layu. Saya mungkin lebih memilih untuk dikubur hidup-hidup. Karena kejahatan ternyata lebih kuat menekan kehidupan di atas bumi ini. Jika saya boleh berdoa, maka saya hanya akan meminta: “Biarlah cawan ini segera berlalu.”

Namun di luar dugaan saya, Ibu Ratu Wulla Talu justru memaklumkan nyalinya sebagai perempuan petarung. Ia bertarung dengan senjata kesabaran. Kesabarannya benar-benar teruji dalam situasi seperti ini. Semakin diserang, ia semakin dalam menyelami dan menemukan pati kesabaran hidup ini.
Satu jempol saya untukmu, Ibu Ratu.
Engkau mengajarkan anak-anak bumi ini menemukan kesabaran di dasar samudera. Lebih dalam, tentu lebih matang.

Selalu dengan kesabaran engkau resapi hidup ini sebagai “vita militia est” (hidup adalah perjuangan).
Perempuan yang satu ini pantas menjadi ‘jantung’ perjuangan. Ia berjuang menegakkan prestasi dalam deru gelombang kebencian dari orang-orang yang iri. Bahkan dalam ruang politik praktis, ia bisa menjadi sosok yang menghadirkan mimpi buruk bagi lawan-lawannya.

Sepak terjang beliau seakan menjadi ‘virus’ yang membuat semakin banyak netizen hidup dengan gangguan jiwa. Bahwa telapak kaki ini harus bisa bersahabat dengan duri, sehingga perjalanan hidup menjadi semakin berwarna dan berarti.

Teruslah bawa kesabaranmu, Mama Ratu.
Perisai dirimu dengan ketenangan, karena musuh-musuhmu akan semakin takut melihat kegagalannya.

Mama Ratu, jangan cemas!
Mereka hanya kawanan kecil yang lidahnya telah dilatih. Mungkin juga dibayar untuk bicara kotor. Semakin kotor, semakin tinggi bayarannya. Sampai-sampai mereka berani menodai rahim yang melahirkannya, demi uang. Demi eksistensi di media sosial.

Mama Ratu, kami di sini—beribu-ribu orang yang hidup secara nyata—mendukungmu dengan ketulusan yang nyata pula.
Teruslah berjuang untuk segenap kita.
Jangan kendor ya, Perempuan Petarung
You are a warrior princess!

Selamat Hari Ulang Tahun ke-11 Kabupaten Sumba Barat Daya.
Salam Achilles…


Tinggalkan Balasan