Berita Terbaru
Kehadiran Ibu Bupati SBD, bersama jajaran (OPD)lokusnya monitoring dan evaluasi stunting di posyandu Waipahanduk desa Waimaringi Kecamatan Kodibalagha. Pasolapos.Com==Acara yang berlangsung pada jumat 24/07/2026 di desa waimaringi dalam rangka melakukan stunting di wilayah kecamatan kodi balaghar serta penurunan angka stunting di desa waimaringi kecamatan kodi balaghar ” Camat Kodi Balaghar LODOWIK ALALO bersama bupati Ratu Wulla Talu,ST Beserta jajaran dan masyarakat tujuan memantau keadaan (STUNTING) “Kedatangan bupati Ratu Wulla Talu,ST, ini bertujuan memantau langsung penanganan Stunting dan menyampaikan beberapa persoalan tentang jalan insfrastruktur dari waimangura hingga kodi kahale akan saya hopmiks” “Dalam kunjungan tersebut , bupati juga menyampaikan dalam rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan dari waimangura hingga kodi kahale, ujar bupati di saat berdialog di tengah masyarakat ” “Selain insfrastruktur , fokus utama kita adalah berupaya percepat penurunan Stunting saya minta agar bupati kecamatan kodi balaghar bersama para kepala desa mengoptimalkan kegiatan stunting ” “Salah satu strategisnya, adalah memanfaatkan momentum perkumpulan warga di saat beribadah, camat juga harus bekerja sama dengan para kepala desa di seluruh wilayah seluruh balaghar adakan kegiatan stunting Bupati Ratu Wulla Talu Turun Langsung ke Desa Waimaraingi, Bahas Stunting hingga Jaringan Internet di Kodi Balaghar DPRD SBD Komisi 2 dan Pimpinan Siap Gelar Sidak Lapangan,Proyek Alun Alun Tambolaka. Uji Coba Sistem Irigasi Tetes Otomatis Berbasis IoT Bertenaga Surya, BLK Don Bosco Sumba. Peringati Hari Anak Nasional 2026, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak Melalui Festival Pahlawan Anak
Opini  

HUT SBD – 18 Thn,Inilah Ungkapan Puitis dari Warga Kepada Ibu Ratu Wulla Talu

Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST, secara resmi membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Literasi dan Inklusi Keuangan bagi perangkat desa se-daratan Sumba.

SABAR-mu SEDALAM SAMUDERA

(Mengurai Kesabaran Aktivis Perempuan, Ratu Wulla Talu)

Dulu, ia dibenci. Dihina. Diremehkan. Bahkan dipandang sinis oleh sebagian orang yang tidak mengenalnya. Tetapi waktu membuktikan bahwa kebencian itu tak mampu menumbangkan semangatnya. Saya bahkan nyaris merasa tidak cukup kuat untuk menerima terjangan kata-kata kotor dari netizen. Diberondongi hinaan maha dahsyat, rasa-rasanya sekujur tubuh ini remuk redam. Lunglai. Dan layu. Saya mungkin lebih memilih untuk dikubur hidup-hidup. Karena kejahatan ternyata lebih kuat menekan kehidupan di atas bumi ini. Jika saya boleh berdoa, maka saya hanya akan meminta: “Biarlah cawan ini segera berlalu.”

Namun di luar dugaan saya, Ibu Ratu Wulla Talu justru memaklumkan nyalinya sebagai perempuan petarung. Ia bertarung dengan senjata kesabaran. Kesabarannya benar-benar teruji dalam situasi seperti ini. Semakin diserang, ia semakin dalam menyelami dan menemukan pati kesabaran hidup ini.
Satu jempol saya untukmu, Ibu Ratu.
Engkau mengajarkan anak-anak bumi ini menemukan kesabaran di dasar samudera. Lebih dalam, tentu lebih matang.

Selalu dengan kesabaran engkau resapi hidup ini sebagai “vita militia est” (hidup adalah perjuangan).
Perempuan yang satu ini pantas menjadi ‘jantung’ perjuangan. Ia berjuang menegakkan prestasi dalam deru gelombang kebencian dari orang-orang yang iri. Bahkan dalam ruang politik praktis, ia bisa menjadi sosok yang menghadirkan mimpi buruk bagi lawan-lawannya.

Sepak terjang beliau seakan menjadi ‘virus’ yang membuat semakin banyak netizen hidup dengan gangguan jiwa. Bahwa telapak kaki ini harus bisa bersahabat dengan duri, sehingga perjalanan hidup menjadi semakin berwarna dan berarti.

Teruslah bawa kesabaranmu, Mama Ratu.
Perisai dirimu dengan ketenangan, karena musuh-musuhmu akan semakin takut melihat kegagalannya.

Mama Ratu, jangan cemas!
Mereka hanya kawanan kecil yang lidahnya telah dilatih. Mungkin juga dibayar untuk bicara kotor. Semakin kotor, semakin tinggi bayarannya. Sampai-sampai mereka berani menodai rahim yang melahirkannya, demi uang. Demi eksistensi di media sosial.

Mama Ratu, kami di sini—beribu-ribu orang yang hidup secara nyata—mendukungmu dengan ketulusan yang nyata pula.
Teruslah berjuang untuk segenap kita.
Jangan kendor ya, Perempuan Petarung
You are a warrior princess!

Selamat Hari Ulang Tahun ke-11 Kabupaten Sumba Barat Daya.
Salam Achilles…


Tinggalkan Balasan