SMP KATHOLIK WAIKABUBAK GELAR KARYA KEARIFAN LOKAL GENERASI MUDA BESTARI BUDAYA KITA BERSERI

Kepala sekolah,wakil kepala sekolah,pengawas, dan sejumlah orang tua/wali menyaksikan pelaksanaan P5.

PASOLAPOS.COM – WAIKABUBAK || Sabtu (24/5/2025) Pelajar SMP Katolik Waikabubak gelar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di pelataran Lapangann Stella Maris SMP Katolik Waikabubak, Sumba Barat, NTT. P5 merupakan bagian penting dari Kurikulum Merdeka yang bertujuan memperkuat karakter pelajar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pelaksanaan P5 dihadiri juga oleh Pengawas Pembina Bapak Adrianus Mezango,S.Sos, dan sejumlah orang tua/wali siswa-siswi kelas VII dan VIII.

 

P5 dilakukan melalui pendekatan proyek, yang memungkinkan pelajar belajar secara aktif, serta mengembangkan kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Selain itu metode P5 menggunakan pendekatan proyek, di mana pelajar diajak terlibat dalam kegiatan yang relevan dengan nilai-nilai Pancasila.

Manfaat P5 dapat membantu pelajar mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan problem solving. P5 dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan mulai SD-SMA. Mencermati program P5 yang diterapkan di SMP Katolik Waikabubak, selaras dengan visi-misi SMP Katolik Waikabubak. Visi : mewujudkan komunitas pembelajar yang disiplin, berpotensi, mengintegrasikan Iptek, iman, nilai-nilai kemanusiaan menurut Ajaran Gereja Katolik.

Misi mencakup :

1) Intelektual, mengembangkan potensi peserta didik secara intelektual agar berpikir cerdas, kritis, inovatif demi masa depan.

2) Iman, akhlak mulia; mengupayakan agar peserta didik mengembangkan kehidupan berimannya sesuai agama dan kepercaayaan yang dianutnya.

3) Mengembangkan bakat, minat, kepedulian dan kerjasama ; mendorong peserta didik mengembangkan bakat dan minatnya melalui pengembangan diri.

4) Prasarana-Sarana Pembelajaran, pengadaan  prasarana-sarana pembelajaran  yang memadai demi meningkatkan kualitas pembelajaran.   Kepala SMP Katolik Waikabubak, Ibu Agustina Kiya, S.Pd ketika diwawancarai Pasolapos di ruang kerjanya menjelaskan bahwa “kegiatan P5 bagus”, anak-anak bisa belajar dan memahami , menghargai dan melestarikan budaya lokal/daerah. Bisa mempelajari  hal ikhwal sejarah yang berkaitan dengan tradisi yang unik.

Ibu Nini demikian ia biasa disapa menekankan pentingnya mempertahan tradisi/kearifan lokal yang di dalamnya mengandung nilai-nilai Pancasila yang harus dilestarikan demi generasi berikutnya. Ada indikasi budaya lokal nyaris terlupakan karena budaya modern yang menggelinding saat ini. Urainya lebih lanjut bahwa pelaksanaan P5 ini juga menjadi ajang promosi agar tamatan SD tahun ini ada lebih banyak yang bergabung ke SMP Katolik Waikabubak.

Ibu Shanti R. Maru, S.Pd, Ketua Panitia P5/ Kaur Kesiswaan, ketika ditanya Pasolapos, menjelaskan bahwa dengan pelaksanaan P5 anak-anak diharapkan  lebih mengenal budaya di tempat mereka tinggal/berasal terutama dalam mengenal tarian lokal warisan nenek moyang di tengah era gempuran tarian modern, melalui gawai yang mereka gunakan.

Lanjut Ibu Shanti, dengan adanya kegiatan P5 anak-anak diharapkan lebih mencintai tarian daerah sebagai warisan budaya, memaknai tarian dan lagu untuk menjadikan budaya kita semakin lestari dan berseri. Di sisi lain, anak-anak menggunakan pakaian adat yang dapat meningkatkan pembelajaran , berkaitan dengan kain tenun dan atribut lainnya dapat  meningkatkan UMKM.

Kaur Humas SMP Katolik Waikabubak, Pak Yohanes A. Wuwur, S.Pd, ketika dimintai tanggapan tentang pelaksanaan P5 , senada dengan kepala sekolah, bahwa kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk meningkatkan animo lulusan SD bergabung lebih banyak lagi pada tahun pelajaran 2025/2026 ini. Jelasnya lebih lanjut bahwa kesadaran melestarikan budaya itu sangat penting untuk generasi selanjutnya, karena adanya kecemasan budaya modern sudah mendominasi sekarang ini, sehingga kita perlu lestarikan budaya lokal yang ada.

Pelaksanaan P5 yang ditampilkan peserta didik dan para guru itu antara lain : tarian soka pateba, kataga, mbandara, woleka diselingi tarian kreasi. Lagu : Soli  Ole Mila, Kuku Kuku Manu, Wuru Wenya; dan atraksi budaya lainnya. Proficiat SMP Katolik Waikabubak.

 

Oleh Agustinus B. Wuwur, Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat

 

Tinggalkan Balasan