Pencuri Sapi Dihadang Warga di Tengah Jalan, Mobil Pikap Pengangkut Sapi.
PASOLAPOS.COM, WAINGAPU==Diduga Hasil curian disergap oleh warga secara langsung.
Aksi kejar-kejaran dan penghadangan dramatis terjadi(6/9/2026) ketika warga bersama-sama mencegat sebuah mobil pikap yang melaju kencang sambil mengangkut satu ekor sapi besar diikat didalam pik up hitam.
Warga yang berdomisili di Wilayah Kecamatan Haharu selama bulan terakhir ini mengalami pencurian yang hampir meresahkan warga lalu dipicu oleh kecurigaan warga terhadap aktivitas pengangkutan hewan ternak yang dilakukan pada waktu tidak wajar.
Ketegangan bermula saat kendaraan pikap tersebut melintas di jalur jalan, Warga setempat yang telah bersiaga akibat maraknya isu pencurian ternak mengintai gerak-gerik pengemudi. Saat dihadang dimintai surat suratnya, sopir pikap menunjukkan gestur panik dan berusaha ingin menancap gas untuk melarikan diri.
Spontan, puluhan warga membendung jalan menggunakan barikade seadanya hingga kendaraan roda empat tersebut terhenti.
Penghadangan di Jalur Evakuasi Warga langsung mengepung mobil dan mengamankan pengemudi,salah satu dugaan oknum aparat kepolisian sebelum menjadi sasaran amuk massa namun atas teguran beberapa warga Terhadap para warga yang mengamuk Terhadap oknum tersebut mendapat respon dari pihak warga yang mengamuk.
Barang Bukti yang diamankan,seekor sapi besar diikat yang diangkut di atas bak pikap langsung dicek identitas oleh warga menyita sebagai barang bukti dan 2 orang sebagai pelaku sudah dibawah ke pihak polres Sumba tengah.
Indikasi Sindikat masih didalami,diduga kuat tindakan ini melibatkan jaringan sindikat antardaerah yang memanfaatkan kelemahan ,keteledoran pemilik ternak pada setiap hari.
Kapolsek setempat mengonfirmasi bahwa kendaraan beserta Muatan barang bukti Sapi dan terduga pelaku telah diamankan ke markas kepolisian untuk penyidikan lebih lanjut. Polisi juga mengimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri dan tetap mengedepankan proses hukum.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para peternak di wilayah untuk memperketat keamanan kandang serta mengawasi keluar-masuknya kendaraan asing yang mencurigakan.harapan masyarakat agar persoalan ini dapat di uangkap secara transparan tanpa ada yang ditutupi.jelasnya.
Sampai berita ini diturunkan pihak Kapolres Sumba Timur belum mendapatkan informasi resmi.
Redaksi: PASOLAPOS.






