Seorang Guru Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak SDK Waikabubak.
PASOLAPOS.COM,WAIKABUBAK –Lokasi Gedung SDK Waikabubak menjadi lokasi pertemuan darurat antara pengurus sekolah, perwakilan orang tua murid, tokoh masyarakat, serta aparat kepolisian setempat pada Sabtu (5/9/2026). Pertemuan ini digelar khusus untuk menyikapi dan mengevaluasi langkah tegas terkait munculnya dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak di lingkungan sekolah,yang dilakukan oleh oknum Guru”Marsel”.perlakuan terhadap 16 orang anak ini masih dalam tahap penyelidikan.
Pertemuan terbuka yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut menghasilkan beberapa poin krusial untuk memastikan keadilan bagi korban serta menjamin keamanan lingkungan belajar bagi seluruh siswa.
Kapala tarikat SCMM Suster Yalenta,membenarkan ada 5 anak anak yang menjadi korban dari 16 orang anak ,hal ini membuat ada rasa traumatik bagi anak-anak sekolah dasar akibat dari perbuatan oknum guru,ada laki laki dan ada perempuan, jelas suster kenapa harus terjadi seperti itu ya,sesal Suster.
Menurut Suster Hasil Pertemuan & Langkah Strategis
Memberikan Pendampingan Hukum dan Psikologis Korban dari Pihak sekolah dan perwakilan orang tua sepakat untuk memprioritaskan pemulihan fisik serta mental anak yang menjadi korban,saya rasa ini cobaan Tuhan terhadap anak anak saya, jelasnya.
Pihak Yayasan dan instansi terkait akan memfasilitasi pendampingan psikologis berkelanjutan dari dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) setempat.
Pengawalan Proses Hukum dalam pertemuan ini Pihak kepolisian Polres Sumba Barat bahwa penanganan kasus sudah berada dalam tahap penyelidikan resmi.dalam pertemuan resmi ini Seluruh pihak yang hadir berkomitmen mendukung penuh proses hukum agar terduga pelaku dapat ditindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku tanpa ada intervensi.
Evaluasi & Pengawasan Internal dari Sekolah akan menjadi perhatian,Pihak pengelola SDK Waikabubak berjanji melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan lingkungan sekolah, termasuk pengetatan pengawasan di area rawan serta peninjauan kembali tata tertib interaksi antarwarga sekolah.dalam pertemuan ini orang tua meminta dengan tegas agar mes guru dan WC yang ditempati oleh guru di bongkar saja agar anak anak bebas belajar agar jangan trauma melihat tempat guru tinggal sebagai dugaan pelaku sudah 2 tahun guru bernama “Marsel”berbuat pada anak didik.
Pembentukan Tim Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual: Untuk mencegah kejadian serupa berulang, disepakati pembentukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang melibatkan unsur guru, orang tua, dan komite sekolah.
Pihak sekolah mengimbau seluruh masyarakat dan para orang tua untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta menghentikan penyebaran spekulasi atau identitas korban di media sosial demi melindungi privasi dan masa depan anak.






