Kisah Sukses Anton “Walawunga”

Keluarga Anton Walawunga,yang sukses berawal berjualan ayam.

Mereka juga peduli kepada sesama. Mama Anton bercerita kalau ada orang yang datang giling padi, mereka ajak makan bersama karena lama antri. Sr. Regina pimpinan ALMA puteri di Kaori menyampaikan kesannya : “ Keluarga bapak Anton Walawunga adalah sosok keluarga yang sosialnya sangat tinggi. Baik, ramah, rendah hati, peduli dan perhatian dengan orang-orang kecil, khususnya anak-anak Bhakti Luhur di Kaori, Sumba Barat, NTT. Kami sangat berterimakasih atas kebaikan bapak Anton sekeluarga. Tuhan Yesus memberkati.”, ungkap Sr. Regina melalui WA. Bapak Tobias K. Kobun Ketua PERKASIH (Persaudaraan Kasih) dari kalangan awam ketika dimintai tanggapan melalui telepon menjawab singkat :  “ Keluarga Bapak Anton bagus, layani apa saja kalau dimintai bantuan. “

Keberhasilan lain yang dialami oleh keluarga ini  anak mereka  Anton sukses di pileg tahun 2024 dari PERINDO dengan perolehan  1266 suara di  DPRD Sumba Barat , bahkan menjadi anggota DPRD termuda di DPRD Sumba Barat. Anton yang lulus SMP Katolik Waikabubak tahun 2017 (ketika itu penulis sebagai kepala sekolah di SMP Katolik Waikabubak). Bangga ! Usai tamat dari SMP Katolik Waikabubak Anton melanjutkan pendidikan di SMKN 1 Waikabubak jurusan pariwisata. Pernah tes polisi tapi tidak berhasil. Kemudian kuliah di  Kupang tetapi tidak dilanjutkan, dan sekarang mengikuti kuliah di salah satu universitas terbuka.

Antonius Roni Putra Limu Nono (23 tahun) tidak terlena dengan kesuksesan kedua orang tuanya. Sejak tahun2022 usaha ternak  babi  urus sendiri : beri makan, suntik sendiri. Terserang virus mati 20 ekor, yang tertinggal beberapa ekor saja. Kesan Anton bapa dan mama pekerja keras, bangun  subuh pergi ke pasar . Disiplin, kepedulian terhadap sesama. Mereka yang  memotivasinya untuk  jadi anggota dewan karena dukungan dari bapak mama dan keluarga.  Anton pesan untuk 4 adiknya agar  menjadi pibadi yang lebih baik, sekolah dengan giat supaya jadi orang yang sukses lebih dari bapak mama, kalau bisa lebih dari dirinya ungkapnya penuh optimisme.

 

 

Di akhir wawancara Bapak Anton menambahkan untuk gereja walaupun sedikit ingin berbagi untuk paroki setahun sekali ungkap Bpk. Anton. Mama Anton mengunjungi   suster ALMA dan anak-anak di Panti Asuhan Bhakti Luhur, Kaori-Waikabubak dua atau tiga bulan sekali, membawa sabun,  beras dan biskuit, mie jarang. Tidak banyak kepingin berbagi  ungkap Mama Anton.

Mama Anton berpesan untuk ibu rumah tangga sekalipun sibuk di dapur jangan lupa urus anak-anak , membantu pekerjaan suami dalam usaha dan urusan rumah tangga. Semoga anak-anak ke depan sukses. Bapa Anton sekarang berusia (48), Mama Anton (41) menikah pada tahun 2005 di Stasi St. Yohanes Pemandi Puukabbo oleh Rm. Marcel P. Lamunde, Pr. Dikaruniai lima orang anak : Anton, Yordan, Jesika, Ardo, Aileen (yang bungsu diberi nama oleh Pater Rano, CSsR misionaris di Filipina). Sukses selalu Bapak Anton sekeluarga. Proficitat. ***

 

Tinggalkan Balasan