Berita Terbaru
Mengenang Stefanus Malo Ngongo, Sosok Pemimpin Umat yang Mengabdi Sepenuh Hati untuk Gereja Acong, Penyanyi Tunanetra: Melihat dengan Hati, Bermusik dengan Rasa Kerusakan Pembangunan Alun-Alun Tambolaka Jadi Temuan Komisi 2 DPRD SBD, Kadis PU Siap Perbaiki. Gedung Koperasi Megah Pasar Lama Radamata: Antara Kemubaziran Anggaran dan Solusi Alih Fungsi Kehadiran Ibu Bupati SBD, bersama jajaran (OPD)lokusnya monitoring dan evaluasi stunting di posyandu Waipahanduk desa Waimaringi Kecamatan Kodibalagha. Pasolapos.Com==Acara yang berlangsung pada jumat 24/07/2026 di desa waimaringi dalam rangka melakukan stunting di wilayah kecamatan kodi balaghar serta penurunan angka stunting di desa waimaringi kecamatan kodi balaghar ” Camat Kodi Balaghar LODOWIK ALALO bersama bupati Ratu Wulla Talu,ST Beserta jajaran dan masyarakat tujuan memantau keadaan (STUNTING) “Kedatangan bupati Ratu Wulla Talu,ST, ini bertujuan memantau langsung penanganan Stunting dan menyampaikan beberapa persoalan tentang jalan insfrastruktur dari waimangura hingga kodi kahale akan saya hopmiks” “Dalam kunjungan tersebut , bupati juga menyampaikan dalam rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan dari waimangura hingga kodi kahale, ujar bupati di saat berdialog di tengah masyarakat ” “Selain insfrastruktur , fokus utama kita adalah berupaya percepat penurunan Stunting saya minta agar bupati kecamatan kodi balaghar bersama para kepala desa mengoptimalkan kegiatan stunting ” “Salah satu strategisnya, adalah memanfaatkan momentum perkumpulan warga di saat beribadah, camat juga harus bekerja sama dengan para kepala desa di seluruh wilayah seluruh balaghar adakan kegiatan stunting

Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Berkolambrasi Launching Haydrick Minuman olahan daun Kelor

Redaksi : Rafael PasolaPos.Com.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT. Julie Sutrisno Laiskodat dan Ny. Maria Fransisca Djogo berkolanborasi dengan Dapur Kelor Indonesia meluncurkan sebuah brand bernama Haydrink. Pruduk ini merupakan franchise atau warlaba berbasis Kelor pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Ketua Dekranasda NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat.

Brand ini mengusung konsep Minuman Kelor dengan berbagai cita rasa yang sangat cocok dengan kalangan milenial saat ini. Peluncuran Haydrink ini telah melalui beberapa proses sejak awal inisiasi hingga saat ini. Tim Dekranasda NTT dan Dapur Kelor Indonesia bersama-sama melakukan penjaringan peserta, dan pelatihan serta berkolaborasi dengan Bank BRI, Grab dan pelatihan untuk meracik minuman Haydrink.

Peserta yang mengikuti Program Haydrink ini adalah kaum milenial di Kota Kupang. Untuk mengikuti progam ini, peserta hanya perlu melampirkan KTP, foto lokasi penjualan beserta beberapa persyaratan untuk pembukaan tabungan di Bank BRI serta pembayaran dengan menggunakan aplikasi pembayaran non tunai. Program ini juga berkolaborasi dengan Jasa Transportasi Online Grab yang memiliki fitur GrabFood sehingga dapat memudahkan dalam melakukan pemesanan produk dari mana saja.

Grand Opening Hay Drink minuman olahan daun kelor.

Ketua Dekranasda NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, tujuan dari program Haydrink ini adalah untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berwirausaha. “Selain itu program ini juga adalah pengembangan Kelor NTT yang menurut penelitian merupaka Kelor terbaik nomor 2 di dunia setelah Kelor dari Kepulauan Canary di Spanyol. Kelor yang merupakan makanan super atau super food memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat bagus bagi tubuh terutama di saat pandemi seperti sekarang, dimana tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas dan penyakit, sebut Julie Laiskodat dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (23/9/2021).

Dijelaskan, Booth Haydrink tersebar di beberapa titik dalam wilayah Kota Kupang dan tidak menutup kemugkinan akan dikembangkan di daerah lain di NTT. Haydrink di Kota Kupang akan dijadikan sebagaiPilot Project untuk selanjutnya dapat dikembangkan di seluruh wilayah NTT yang bakal diluncurkan secara resmi besok, Jumat (24/9/2021).

NTT memiliki potensi kelor yang berlimpah serta sudah ada beberapa daerah yang menyatakan berminat untuk mengembangkan program serupa seperti di wilayah Belu dan Malaka. Dekranasda Provinsi NTT sebagai mitra Pemerintah Provinsi NTT, kita mendukung penuh Program Bapak Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengembangkan Kelor NTT sebagai salah satu komoditi unggulan dari NTT demi mewujudkan NTT bangkit, jelasnya..

 

(TImPasPos/paul).

Tinggalkan Balasan