PASOLAPOS.COM==Keindahan Pantai Mananga Aba di Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), bagaikan mutiara yang tersembunyi di balik kubangan penderitaan wisata dalam Kota. Alih-alih menjadi jalur kebanggaan pariwisata daerah, akses utama menuju surga pesisir ini justru menjelma menjadi lintasan penuh lubang, batu tajam, dan genangan air dimusim hujan bak kubangan kerbau.
Ironisnya, kondisi ini seolah dibiarkan abadi tanpa sentuhan nyata dari suara para wakil rakyat yang duduk nyaman di kursi DPRD SBD Dapil 1 (Loura dan Kota Tambolaka).
Kursi Empuk dan Janji yang Menguap di Atas Aspal Rusak
Para Anggota DPRD Telinga Hanya Mendengar : Jeritan ban kendaraan dan keluhan wisatawan yang terpental-pental di jalan rusak seakan tak pernah menembus dinding gedung dewan yang megah.
Mata Terpejam: Para legislator Dapil 1 seolah sengaja melihat realitas bahwa jalur tersebut adalah nadi ekonomi dan pariwisata yang menghidupkan masyarakat lokal.
Suara Hilang: Janji manis kampanye yang dulu diumbar bak angin lalu di padang sabana, kini tinggal debu yang beterbangan bersama laju kendaraan di jalanan yang hancur.
Menunggangi Kuda Politik di Jalan Berlubang
Dalam filosofi budaya Sumba, kuda melambangkan ketangguhan, kehormatan, dan kepemimpinan yang gagah berani. Namun, ironisnya hari ini, rakyat Loura dan Kota Tambolaka justru merasa sedang dipaksa menunggangi kuda yang pincang di atas jalanan yang hancur lebur, sementara para “kesatria politik” Dapil 1 melenggang kangkung dengan kendaraan mewah mereka di atas penderitaan konstituen.
Apakah para dewan yang terhormat sedang menunggu jalan tersebut berubah fungsi menjadi jalur off-road permanen sebelum akhirnya tergerak untuk bersuara di sidang anggaran?
Tuntutan Tegas: Bangun dari Tidur Panjangmu, Wahai Penyambung Dapil 1!
Masyarakat tidak lagi membutuhkan retorika kosong yang dibungkus rapi dalam rapat-rapat paripurna yang steril dari kenyataan lapangan. Dapil 1 adalah etalase daerah, namun dibiarkan compang-camping oleh mereka yang memegang mandat suara rakyat.
Segera bersuara agar pemerintah alokasikan anggaran dan kawal anggaran nyata untuk perbaikan jalur strategis Mananga Aba.
Ironisnya menurut warga inisial”BL”ada anggota dewan didepan rumahnya jalan sudah sangat rusak bagaimana dengan perasaan nya,tanya sinis dari BL.
Beberapa warga yang namanya tidak mau dimediahkan padahal dapil 1 yang mewakili rakyat ada 6 orang anggota dewan dimana kah suara persatuan untuk sepakat perjuangkan jalan menuju pantai Mananga Aba,sedikit bertanya…?
Beda yang disampaikan Yere pada saat bicara dgn wartawan media ini(13/9/2026)Yere mengharapkan kepada dewan dapil 1 Hentikan budaya diam dan turun langsung merasakan “pijatan” jalan berlubang tanpa pengawalan istimewa agar nurani kembali terketuk.
Harapan semua masyarakat walaupun hanya beberapa orang saja yang sudi memberikan pernyataan lewat media ini seperti nya sudah terwakilkan semua masyarakat yang menilai jalan menuju pantai Mananga Aba sudah tidak layak lagi.
Catatan jika berita ini ada oknum oknum yang merasa dirinya terganggu,tidak puas atas pemberitaan dengan pernyataan masyarakat silakan langsung ke Redaksi.
Redaksi.Tim.






