Kabar Baik untuk Peternak Babi : Vaksin ASF Kini Tersedia

PASOLAPOS.COM – Sebuah kabar menggembirakan datang bagi para peternak babi di Kabupaten Sikka. Kini telah tersedia vaksin yang dapat digunakan untuk menangani wabah African Swine Fever (ASF) atau yang dikenal sebagai demam babi Afrika. Vaksin ini diberi nama Avac ASF Live, dan secara resmi telah mendapat persetujuan untuk digunakan di Indonesia.

Persetujuan penggunaan vaksin tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dengan Nomor 3693/Kep/Kpts/Pk.350/f/04/2025. Keputusan ini memuat izin penggunaan darurat untuk vaksin Avac ASF Live pada babi dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan RI, Agung Suganda, tertanggal 23 April 2025. Dokumen tersebut terdiri atas empat halaman dan juga disampaikan tembusannya kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi urusan peternakan dan kesehatan hewan.

Informasi mengenai hadirnya vaksin ASF ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Sikka pada Selasa, 20 Mei 2025. Rapat tersebut khusus membahas mengenai penyebaran virus ASF dan juga penyakit tanaman seperti virus Darah Pisang yang saat ini sedang merebak. “Saya baru saja menerima surat resmi dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Di dalamnya disampaikan bahwa vaksin ASF kini telah tersedia. Surat ini disertai kop resmi kementerian,” ujar Yohanes Emil di hadapan forum DPRD.

Mendengar kabar tersebut, sejumlah anggota DPRD Sikka menyambut positif dan langsung mendorong Dinas Pertanian agar mencari informasi lanjutan yang lebih rinci dan teknis terkait penggunaan vaksin ini. Mereka berharap agar data teknis yang akurat dapat segera disosialisasikan kepada para peternak, sehingga mereka memahami cara penggunaan vaksin dengan benar. Bahkan, ada beberapa anggota dewan yang mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sikka segera mengambil langkah cepat untuk mendatangkan vaksin tersebut demi mencegah meluasnya wabah.

Dalam kesempatan yang sama, Yohanes Emil juga memaparkan data penting tentang dampak serangan ASF di wilayah Sikka. Ia menyebutkan bahwa sejak Januari hingga Maret 2025, telah tercatat sebanyak 2.029 ekor babi mati akibat virus ASF. Data ini merupakan hasil laporan resmi dari peternak yang telah dihimpun secara berjenjang hingga ke tingkat Dinas Pertanian.

Kehadiran vaksin Avac ASF Live tentu menjadi harapan baru bagi ribuan peternak babi di Sikka yang selama ini mengalami kerugian besar akibat serangan virus ASF. Dinas Pertanian Kabupaten Sikka diharapkan segera menyusun langkah strategis untuk pengadaan vaksin ini serta merancang pelatihan teknis penggunaan vaksin kepada peternak agar dapat diterapkan secara efektif dan tepat sasaran.

Dengan adanya vaksin ini, diharapkan angka kematian babi akibat ASF dapat ditekan secara signifikan dan sektor peternakan babi di Sikka kembali pulih dan tumbuh kuat.

Tinggalkan Balasan