PASOLAPOS.COM || Tambolaka — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) terus berpacu dengan waktu untuk mewujudkan target besar eliminasi malaria pada tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati SBD, Ratu Ngadu B. Wulla, ST, saat membuka Forum Sinergi Lintas Sektor di Aula Bupati SBD, Rabu (4/2/2026).
Forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga sektor swasta ini menjadi momentum penguatan komitmen kolektif dalam percepatan penanggulangan malaria di SBD. Turut hadir Sekretaris Daerah SBD, Drs. Etmundus N. Nau, jajaran Forkopimda, Komisi I DPRD SBD, para kepala OPD, serta pimpinan Yayasan Marta Care dan Yayasan Marta Peduli Sumba.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa persoalan kesehatan, khususnya malaria, tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh Dinas Kesehatan semata. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh sektor serta mengapresiasi peran Yayasan Marta Care dan Yayasan Marta Peduli sebagai bentuk kolaborasi nyata lintas sektor.
“Forum ini menjadi wadah untuk menginventarisasi berbagai hambatan di lapangan sekaligus merumuskan solusi awal yang komprehensif. Prioritas utama kita adalah eliminasi malaria, namun tanpa mengesampingkan isu krusial lainnya seperti stunting, HIV/AIDS, kependudukan, hingga kebencanaan,” tegas Bupati Ratu Wulla.
Bupati mengungkapkan bahwa target eliminasi malaria di SBD masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Pemerintah menargetkan penurunan angka kesakitan malaria dari lebih dari 15 menjadi 6,19 per 1.000 penduduk pada tahun 2025. Namun, berbagai kendala masih ditemui di lapangan.
“Kita masih berhadapan dengan rendahnya cakupan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Selain itu, dominasi infeksi Plasmodium vivax serta pola pengobatan pasien yang sering tidak tuntas menjadi ancaman serius terhadap keberhasilan eliminasi malaria,” ungkapnya.
Untuk itu, Bupati mendesak seluruh lini pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, agar bersinergi dan memastikan setiap temuan kasus malaria ditangani secara cepat dan tuntas. Sinkronisasi data serta integrasi program lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten SBD optimistis target Bebas Malaria 2026 bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju transformasi kesehatan masyarakat di Loda Wee Maringi Pada Wee Malala.
“Salam Sumba Barat Daya Maringina, maringina, maringina.”












