PASOLAPOS.COM – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyatakan dengan tegas bahwa pihaknya akan mencabut nama penerima bantuan, khususnya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), apabila para penerima tidak memanfaatkan program tersebut secara optimal.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati saat acara peluncuran program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non PAUD yang digelar pada Senin pagi, 5 Mei 2025.
Acara launching tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati SBD, Dominikus A. Rangga Kaka, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Camat Kota Tambolaka, Kepala Desa Radamata Paulus Natara, serta para penerima manfaat program MBG.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu menekankan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara cuma-cuma. Salah satu lokasi pelaksanaan program ini adalah di SPPG Radamata.
“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk menyediakan asupan gizi sehat bagi kelompok rentan. Ini adalah program nasional, arahan dari Presiden, agar anak-anak kita mendapat asupan gizi yang memadai demi mendukung konsentrasi belajar mereka,” ujar Bupati Ratu.
Ia menambahkan, dengan program sebaik ini, sudah sepatutnya masyarakat ikut berpartisipasi aktif. Bupati pun mendorong seluruh penerima agar hadir secara rutin untuk menikmati makanan yang telah disediakan oleh pemerintah.
“Saya harap para ibu rutin hadir dan makan makanan bergizi yang disiapkan. Kalau untuk makan saja tidak bisa datang, bagaimana bisa kita bicara soal program yang lain? Ini harus didukung bersama. Saya minta daftar nama penerima. Kalau tidak datang, saya akan minta agar namanya dihapus dari daftar penerima bantuan,” tegasnya, disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.
Bupati Ratu menambahkan bahwa pelaksanaan program seperti MBG kini berada di bawah pengawasan langsung dari pemerintah pusat. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga kepercayaan pusat terhadap daerah.
“Kalau kita tidak dukung, nanti Presiden bisa kecewa. Total penerima di sini 88 orang. Pemerintah sudah kucurkan dana besar, kalau masyarakat tidak manfaatkan, itu sudah keterlaluan. Saya juga minta program seperti ini di desa-desa lain juga harus didukung penuh,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Radamata, Paulus Natara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui program MBG yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warganya.
“Melalui MBG ini, saya percaya anak-anak di desa ini bisa tumbuh menjadi generasi yang kuat dan mampu membawa masa depan bangsa ke arah yang lebih baik,” ujarnya penuh semangat.












