WAIBAKUL – PASOLAPOS.COM || Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mulai menyusun arah pembangunan lima tahun ke depan melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2025–2029 yang digelar pada Selasa, 30 April 2025, bertempat di Aula Bappelitbangda.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, didampingi Wakil Bupati dan dihadiri unsur DPRD, Forkopimda, OPD, tokoh masyarakat, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa forum ini merupakan tahapan penting dalam menyusun rencana pembangunan yang realistis, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“RPJMD ini bukan sekadar dokumen, tapi menjadi arah gerak pembangunan lima tahun ke depan. Kita masih menghadapi tantangan besar seperti kemiskinan, stunting, pendidikan, dan kesehatan ibu-bayi. Ini masalah kemanusiaan yang harus kita jawab bersama,” ujar Paulus Limu.
Data dan Harapan
Bupati menyampaikan beberapa capaian pembangunan hingga tahun 2024, seperti pertumbuhan ekonomi 3,71%, angka kemiskinan sebesar 30,84%, dan tingkat pengangguran yang rendah di 1,89%. Namun, ia menekankan bahwa capaian itu belum cukup jika persoalan dasar masyarakat belum teratasi.
“Kita targetkan penurunan kemiskinan naik jadi 2% per tahun. Untuk stunting, kita terus berkolaborasi dengan semua pihak. Ini soal masa depan generasi kita,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya peran semua unsur masyarakat dalam mendukung perumusan RPJMD. Kolaborasi disebutnya sebagai kunci keberhasilan.
“Jangan kerja sendiri-sendiri. Kalau kita ingin perubahan, maka kita harus melangkah bersama. Soli oli mila, peda oli jara,” tegas Bupati mengakhiri.
Forum ini sekaligus menjadi ruang dialog dan masukan dari berbagai elemen masyarakat untuk menyempurnakan dokumen RANWAL RPJMD sebelum ditetapkan secara resmi.












