TAMBOLAKA – PASOLAPOS.COM || Seorang warga Desa Kalena Wanno, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Paulus Bulu Karika, mengaku bingung dengan program makan bergizi gratis yang sedang dijalankan pemerintah.
Menurut Paulus, sebelum adanya program ini, anak-anak di desanya sudah terbiasa makan makanan bergizi di rumah.
Ia mempertanyakan urgensi program tersebut, mengingat masyarakat selama ini telah mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka secara mandiri.
“Sebelum ada program ini, anak-anak kami sudah makan bergizi di rumah. Kalau tidak ada makan di rumah, mana mungkin mereka bisa hidup,” kata Paulus saat ditemui Pasolapos.com, Minggu (16/12/2025).
Paulus juga menyoroti dampak dari implementasi program tersebut, yang menurutnya menyebabkan pemangkasan anggaran di berbagai sektor.
Hal ini, kata dia, berdampak langsung pada masyarakat kecil yang semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Karena program ini, anggaran besar-besaran dipangkas. Kalau sudah begini, bagaimana nasib rakyat kecil?” ujarnya.
Ia pun membandingkan situasi saat ini dengan masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, berbagai program bantuan sosial yang diberikan pemerintah sebelumnya sangat membantu masyarakat. Namun, kini ia merasa kondisi ekonomi semakin sulit.
“Dulu, waktu Pak Jokowi masih Presiden, kami sangat merasakan banyak bantuan. Sekarang malah sengsara. Program Pak Prabowo memang bagus, tapi kita rakyat kecil yang menderita,” keluhnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah maupun pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai keluhan warga tersebut.
(Paul/Red)












