PASOLAPOS.COM || Bupati Sumba Barat Daya (SBD) periode 2025–2030, Ratu Ngadu Bonu Wulla, memimpin untuk pertama kalinya upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sejak resmi dilantik, pada Jumat, 2 Mei 2025.
Pada momen tersebut, seluruh peserta upacara serta tamu undangan mengenakan pakaian adat daerah. Hal ini juga diikuti oleh Bupati dan Wakil Bupati yang turut hadir dalam balutan busana adat, mencerminkan penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus makna peringatan nasional.
Dalam pidatonya, Bupati Ratu menegaskan bahwa peringatan Hardiknas tidak semata-mata menjadi agenda seremonial tahunan yang hanya diisi dengan kegiatan upacara bendera dan lomba-lomba. Menurutnya, Hari Pendidikan merupakan saat yang penting untuk menegaskan kembali semangat dan komitmen dalam menjalankan amanah konstitusi, khususnya dalam bidang pendidikan.
“Hari Pendidikan adalah waktu untuk memperkuat dedikasi kita dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, progresif, dan berpihak kepada seluruh anak bangsa,” ujarnya saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Ia menekankan bahwa, sebagaimana mandat konstitusi, tidak boleh ada bentuk diskriminasi dalam akses pendidikan, baik berdasarkan latar belakang agama, kondisi fisik, suku, bahasa, kondisi ekonomi, jenis kelamin, domisili, maupun faktor lain yang dapat menghalangi seseorang untuk memperoleh hak pendidikannya.
Pendidikan, lanjut Bupati Ratu, merupakan hak asasi manusia sekaligus hak sipil yang melekat pada setiap individu, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga negara. Pada dasarnya, pendidikan adalah suatu proses untuk membentuk karakter mulia, kepribadian yang luhur, serta kemajuan peradaban bangsa.
“Dalam tataran individual, pendidikan adalah sarana untuk menumbuhkembangkan potensi manusia sebagai makhluk pembelajar (homo educandum) agar dapat menguasai ilmu, memiliki keterampilan, serta kecerdasan dalam berbagai bidang yang pada akhirnya membawa kesejahteraan lahir dan batin,” ungkapnya lebih lanjut.
Dalam cakupan kebangsaan, pendidikan juga dipandang sebagai sarana mobilitas sosial dan politik yang berperan dalam meningkatkan harkat serta martabat suatu bangsa secara vertikal. Oleh karena itu, Bupati Ratu menyambut baik prioritas Presiden Prabowo dalam menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Ia merujuk pada Asta Cita keempat dari Presiden Prabowo yang berisi tekad untuk membangun sumber daya manusia unggul sebagai penggerak perubahan menuju Indonesia yang adil dan makmur.
Presiden, menurutnya, juga telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, yang diimplementasikan lewat berbagai kebijakan seperti revitalisasi sarana prasarana pendidikan, penerapan pembelajaran digital, dan peningkatan mutu serta kesejahteraan guru.
“Presiden mendorong agar pendidikan benar-benar menjadi jembatan untuk kemajuan, dengan guru sebagai pilar utama. Oleh sebab itu, guru harus menjadi agen pembelajaran sekaligus agen peradaban,” tegas Bupati Ratu.
Ia menyatakan bahwa guru tidak sekadar menjadi fasilitator pembelajaran, tetapi juga berperan sebagai mentor dan konselor yang membimbing murid mencapai cita-cita mereka. Dalam perspektifnya, guru adalah sosok orang tua kedua yang senantiasa mendampingi murid dalam suka dan duka, serta menjadi cahaya penuntun dalam perjalanan mereka menuju masa depan.
Untuk mendukung terwujudnya pendidikan yang ideal tersebut, Bupati Ratu menyerukan perlunya kerja sama seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah, orang tua, masyarakat, sektor usaha, dan media. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, karena adanya keterbatasan dalam hal sumber daya dan anggaran.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya partisipasi seluruh komponen masyarakat agar layanan pendidikan sebagai layanan publik dapat berjalan optimal dalam mencetak generasi penerus yang tangguh dan berkualitas.
“Sejak Oktober 2024 lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan berbagai langkah konkret untuk memperkuat layanan pendidikan yang berkualitas,” tutupnya dalam pidato tersebut.












