Malang – Pasolapos.com || Program Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) 3 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, Kelompok 26, resmi menutup rangkaian pengabdian di Desa Tawangsari pada Rabu, 14 Agustus 2025, bertempat di Balai Desa Tawangsari. Selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa melaksanakan program yang berfokus pada pemberdayaan potensi lokal, penguatan pendidikan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Mifthakul Anwar, Kepala Desa Tawangsari, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran mahasiswa UNITRI.
“Atas nama pemerintah desa, saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah melaksanakan PMT di Tawangsari. Kehadiran kalian membawa semangat baru, membantu masyarakat, dan memberi inspirasi terutama bagi generasi muda. Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Di bidang ekonomi, Kelompok 26 memanfaatkan hasil panen petani seperti wortel, tomat, dan komoditas lainnya untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif usaha masyarakat agar hasil tani tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan juga memiliki nilai jual lebih tinggi.
Pada sektor pendidikan, mahasiswa turut memberikan materi di SDN Tawangsari dengan tema Budaya Sumba. Anak-anak dikenalkan pada tarian tradisional, kain tenun, hingga nilai-nilai adat sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus memperkaya wawasan keberagaman.
Selain itu, Kelompok 26 juga aktif mendukung masyarakat dalam mempersiapkan perayaan HUT RI ke-80. Mahasiswa terlibat dalam kegiatan gotong royong, menghias lingkungan, mempersiapkan lomba, hingga ikut memeriahkan acara bersama warga.
Ketua Kelompok 26, Yohanes Umbu Ate, menegaskan bahwa PMT adalah pengalaman berharga bagi mahasiswa.
“PMT bukan sekadar pengabdian, tetapi juga kesempatan untuk belajar dari masyarakat. Kami berharap inovasi dan kerja sama yang terjalin dapat memberi manfaat jangka panjang bagi Desa Tawangsari,” ungkapnya.
Salah satu warga, Ibu Fahrida, turut memberikan tanggapan positif.
“Kami merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa UNITRI. Anak-anak kami mendapat ilmu baru tentang budaya, dan kami sebagai warga juga belajar cara mengolah hasil panen agar tidak terbuang sia-sia,” tuturnya.
Dengan berakhirnya program, diharapkan inovasi pengolahan hasil pertanian, nilai edukasi budaya, serta semangat kebersamaan yang ditanamkan dapat terus berkembang dan memberi dampak positif bagi kemandirian Desa Tawangsari. (Umbu Raider)












