Inovasi Mahasiswa Unitri di Desa Purworejo: Abon Bawang Merah Jadi Solusi Stabilkan Harga Panen

Perangkat Desa Purworejo bersama mahasiswa PMT Kelompok 17 Unitri dan warga setempat menunjukkan produk jadi abon bawang merah sebagai hasil inovasi pengolahan pasca panen.

Purworejo – PASOLAPOS.COM || Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang yang tergabung dalam Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) kelompok 17 melakukan inovasi pengolahan hasil pertanian lokal berupa abon bawang merah. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada 28 Juni 2025, sebagai upaya untuk membantu petani menghadapi ketidakstabilan harga panen.

 

Inovasi ini bermula dari keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi petani bawang merah di Purworejo yang kerap mengalami kerugian saat harga pasar anjlok. Bawang merah yang tak terserap pasar sering kali terbuang sia-sia. Melihat persoalan tersebut, mahasiswa menghadirkan solusi berbasis potensi desa: mengolah bawang merah menjadi abon yang memiliki daya tahan lebih lama dan nilai jual yang lebih tinggi.

 

Karin, Ketua PMT-3 kelompok 17, menjelaskan bahwa proses pengolahan abon dilakukan dengan metode sederhana dan bisa dipraktikkan masyarakat secara mandiri.

 

 

“Kami menggunakan bawang merah segar yang diiris tipis, dicuci bersih, kemudian digoreng. Setelah itu, bawang dicampur dengan tepung panir yang sudah disangrai, lalu diblender bersama bumbu alami seperti garam, gula, dan penyedap rasa,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

 

Ia juga menambahkan bahwa produk abon ini tidak menggunakan bahan pengawet sehingga aman dikonsumsi dan tetap tahan lama. Dengan cita rasa gurih dan sedikit manis, produk ini cocok dijadikan lauk, camilan, maupun taburan makanan.

 

Antusiasme warga terlihat selama sosialisasi berlangsung. Pak Said, salah satu perangkat Desa Purworejo yang hadir dalam kegiatan, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa.

 

“Anak-anak mahasiswa ini membawa solusi yang sangat kami butuhkan. Saat panen raya, harga bawang sering kali jatuh dan kami kesulitan menjual. Kalau bisa diolah jadi abon seperti ini, tentu sangat membantu,” tuturnya.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PMT berharap produk abon bawang merah dapat dikembangkan lebih lanjut oleh warga menjadi usaha mikro yang mandiri. Tim juga berencana menjalin kolaborasi lanjutan dengan pemerintah desa dan kelompok tani untuk membentuk UMKM lokal berbasis pertanian.

 

Mahasiswa Unitri menegaskan bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar program tahunan kampus, melainkan ruang aktualisasi gagasan yang hadir dari, oleh, dan untuk masyarakat. Inovasi abon bawang merah di Desa Purworejo menjadi bukti bahwa solusi sederhana bisa berdampak besar ketika dikelola dengan semangat kolaborasi.

 

(Umbu Raider)

Tinggalkan Balasan