KODI UTARA – PASOLAPOS.COM || Universitas Stella Maris (Unmaris) Sumba III di Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), mulai membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2025.
Pembukaan ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di wilayah yang tengah diwacanakan menjadi kabupaten sendiri.
Ketua Koordinator Unmaris Sumba III, Lorens Tari Wungo, mengatakan pihaknya telah mulai menyebarkan brosur penerimaan mahasiswa baru dan melakukan berbagai upaya sosialisasi.
Ia optimistis masyarakat akan menyambut baik kesempatan ini, mengingat kebutuhan akan akses pendidikan tinggi di Kodi sangat tinggi.
“Kami telah berkoordinasi dengan Unmaris I di Kota Tambolaka dan memastikan bahwa penerimaan mahasiswa baru berjalan lancar. Hadirnya kampus di Kodi adalah jawaban atas kerinduan masyarakat yang ingin mendapatkan akses pendidikan tinggi tanpa harus pergi jauh,” ujar Lorens kepada Pasolapos.com, Selasa (18/2/2025).
Lorens menargetkan sekitar 300 mahasiswa mendaftar pada tahun akademik ini. Ia menilai kehadiran Unmaris Sumba III tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga membantu masyarakat mengurangi beban biaya karena mahasiswa tidak perlu lagi merantau ke luar daerah.
Senada dengan Lorens, Rektor Unmaris Sumba, Aleksander Adis, menegaskan bahwa pembukaan kampus di Kodi merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan wilayah, terutama dalam menghadapi kemungkinan pemekaran Kodi menjadi kabupaten baru.
“Kodi memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, dan budaya. Namun, semua itu membutuhkan SDM yang berkualitas. Unmaris hadir untuk menyiapkan generasi muda yang siap mengelola potensi daerah ini,” kata Aleksander.
Menurut Aleksander, pemekaran daerah harus diiringi dengan kesiapan SDM yang memadai agar pemerintahan dan pembangunan berjalan optimal.
Ia berharap Unmaris Sumba III dapat menjadi pusat pengembangan ilmu dan keterampilan bagi masyarakat lokal.
Wacana pemekaran Kodi dari Kabupaten SBD memang semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak pihak menilai bahwa pemekaran ini dapat mempercepat pembangunan, tetapi tantangan utamanya adalah kesiapan tenaga kerja dan profesional yang mampu mengelola daerah baru.
Masyarakat setempat menyambut baik langkah Unmaris ini. Salah satu warga Kodi, Robertus Bokol, mengaku bersyukur karena kini anak-anak muda di daerahnya tidak perlu pergi jauh untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Selama ini, banyak orang tua yang kesulitan membiayai anak-anak mereka kuliah di luar daerah. Dengan adanya Unmaris di Kodi, ini menjadi solusi bagi kami,” katanya.
Dengan dibukanya pendaftaran mahasiswa baru, Unmaris Sumba III diharapkan dapat mencetak lulusan yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Jika pemekaran benar-benar terwujud, generasi muda yang telah mendapatkan pendidikan tinggi ini bisa menjadi aset berharga bagi kemajuan Kodi di masa depan.
(Paul/Red)












