Pasolapos pun menyentil soal “ Poligami ” . Tanggap Ny. Martha bisa dikatakan itu seperti budaya. Poligami ada korelasinya dengan pengendalian penduduk walaupun tidak tegak lurus. Tidak korelasi langsung. Saat kunjungan kami menyerukan hentikan poligami di tempat-tempat tertentu. Di kota orang mengerti apalagi yang PNS. Dan di beberapa tempat poligami itu masih ada, di PKK tidak ada program perangi poligami. Saat kunjungan kami menjelaskan kepada bapak-bapak “apa gunanya bapak bapak ke sana kemari.” (dalam arti yang bisa dipahami). Merepotkan ibu-ibu. PKK merasa perlu menyampaikan efek negatif berpoligami.
Pesan Ny. Martha agar terutama para ibu mengenai pendidikan anak usia dini di rumah . Sebagai Bunda PAUD, Ketua PKK pada HUT ke 31 HARI KELUARGA NASIONAL (24/6/2024) berpesan kepada orang tua agar betul-betul luangkan waktu, pikiran, bina anak usia dini. Untuk ibu-ibu yang menyusui waktu kerja ya kerja/berkarir, asuh anak, filosofi : “ anak sehat keluarga sehat “. Dekatkan anak-anak kepada Tuhan khususnya anak-anak remaja, zaman digital ada plus-minusnya jelasnya, sehingga mereka dapat mebedakan mana yang baik dan mana yang tidak, ungkapnya penuh harap. Pekan menyusui (2023) pernah dilakukan atas prakarsa pihak RS Lendemoripa dilakukan di kantor bupati, PKK terlibat sebagai bagian dari promosi dan pendidikan bagi keluarga-keluarga, jelasnya mengakhiri perbincangannya dengan Pasolapos.
red*Agustinus B. Wuwur, Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat












