Berita Terbaru
Mengenang Stefanus Malo Ngongo, Sosok Pemimpin Umat yang Mengabdi Sepenuh Hati untuk Gereja Acong, Penyanyi Tunanetra: Melihat dengan Hati, Bermusik dengan Rasa Kerusakan Pembangunan Alun-Alun Tambolaka Jadi Temuan Komisi 2 DPRD SBD, Kadis PU Siap Perbaiki. Gedung Koperasi Megah Pasar Lama Radamata: Antara Kemubaziran Anggaran dan Solusi Alih Fungsi Kehadiran Ibu Bupati SBD, bersama jajaran (OPD)lokusnya monitoring dan evaluasi stunting di posyandu Waipahanduk desa Waimaringi Kecamatan Kodibalagha. Pasolapos.Com==Acara yang berlangsung pada jumat 24/07/2026 di desa waimaringi dalam rangka melakukan stunting di wilayah kecamatan kodi balaghar serta penurunan angka stunting di desa waimaringi kecamatan kodi balaghar ” Camat Kodi Balaghar LODOWIK ALALO bersama bupati Ratu Wulla Talu,ST Beserta jajaran dan masyarakat tujuan memantau keadaan (STUNTING) “Kedatangan bupati Ratu Wulla Talu,ST, ini bertujuan memantau langsung penanganan Stunting dan menyampaikan beberapa persoalan tentang jalan insfrastruktur dari waimangura hingga kodi kahale akan saya hopmiks” “Dalam kunjungan tersebut , bupati juga menyampaikan dalam rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan dari waimangura hingga kodi kahale, ujar bupati di saat berdialog di tengah masyarakat ” “Selain insfrastruktur , fokus utama kita adalah berupaya percepat penurunan Stunting saya minta agar bupati kecamatan kodi balaghar bersama para kepala desa mengoptimalkan kegiatan stunting ” “Salah satu strategisnya, adalah memanfaatkan momentum perkumpulan warga di saat beribadah, camat juga harus bekerja sama dengan para kepala desa di seluruh wilayah seluruh balaghar adakan kegiatan stunting

Ilmuwan Sebut Covid-19 Menular Lewat Udara, Bukan menakuti.

Pasolapos.Com,Selasa, 7 Juli 2020.Kita ketahuai bersama bahwa penularan Virus Corona melalaui Dropler yaitu air yang dikeluarkan dari mulut seseorang entah itu saat berbicara ataupun bersin.


sesuai yang dikutip dari KOMPAS.COM Tim medis Puskesmas Kecamatan Tanah Abang mengambil sampel lendir warga saat tes usap di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2020). Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Kecamatan Tanah Abang melakukan rapid dan swab test COVID-19 yang diperuntukkan bagi para pedagang dan warga di sekitar pasar tersebut.
Ketika Covid-19 mulai menyebar ke seluruh dunia pada awal tahun ini, organisasi kesehatan utama, termasuk WHO dan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS) sepakat menyebut virus ini menular lewat droplet atau tetesan air yang keluar saat seseorang bicara, bersin, atau batuk.
Namun, kini sekelompok ilmuwan dari 32 negara berbeda meminta WHO untuk mengubah pendapat tersebut.
Sebanyak 239 ilmuwan itu mengirim surat terbuka pada WHO lewat harian New York Times dan menyatakan bahwa virus korona baru (Covid-19) dapat menular melalui udara ( airborne).
Partikel kecil di udara yang mengandung Covid-19 dapat menginfeksi orang. Demikian pendapat para ilmuwan itu dan meminta WHO merevisi rekomendasinya.
Apa yang dimaksud menular lewat udara?
Menurut panduan WHO yang terbit pada 29 Juni 2020, ada kemungkinan Covid-19 menyebar lewat aerosol, yakni partikel halus zat padat atau cair dalam gas atau udara.

Namun, kemungkinan ini hanya terjadi jika ada prosedur medis khusus yang menghasilkan aerosol seperti intubasi.
Para ilmuwan menyebut menemukan sejumlah bukti virus ini bisa menular lewat udara.

Jika transmisi udara terbukti, kemungkinan besar orang-orang harus tetap mengenakan masker di dalam ruangan.

“Ketika sesuatu menular lewat udara, itu berarti bisa tetap berada di udara selama beberapa waktu, dalam hitungan jam, dan bersifat infeksius,” kata ahli penyakit menular dari Johns Hopkins Center for Health Security, dokter Amesh A.Adalja.

Ia mencontohkan penyakit cacar dan tuberkulosis sebagai penyakit yang menular lewat udara.

“Jika seseorang yang sakit cacar dan naik lift, lalu setengah jam kemudian kamu masuk ke lift itu setelah dia keluar, maka udara di dalamnya masih bisa menularkan penyakit,” paparnya. Ketika pasien yang terinfeksi virus atau penyakit yang bersifat airborne, maka hal itu akan mengubah tata laksana perawatan di rumah sakit.

Gambar.ilustrasi

“Pasien akan dirawat di ruangan bertekanan negatif dan staf medis harus memakai masker N-95 yang mampu menyaring mayoritas partikel udara,” katanya.

Beda airborne dengan transmisi droplet
Menurut Adalja, droplet pernapasan berbeda dengan aerosol.

Droplet relatif lebih berat dan dengan cepat turun ke permukaan setelah diproduksi. Kekhawatiran utama dari droplet pernapasan orang yang terinfeksi Covid-19 adalah menempel di mulut atau hidung orang yang berada di dekatnya dan kemungkinan terhirup ke paru-paru.

Dalam kasus Covid-19, orang cenderung tertular oleh droplet pernapasan dari seseorang yang positif Covid-19 saat berada dalam kontak dekat, atau berjarak kurang dari dua meter.

Tinggalkan Balasan