TAMBOLAKA,PASOLAPOS.COM==– Kasus dugaan pembunuhan terhadap almarhum Goris Bessu yang terjadi pada 5 Juni 2024 lalu hingga kini masih menyisakan teka-teki besar. Lambatnya proses hukum membuat pihak keluarga bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Sumba Barat Daya (SBD) menggelar aksi damai di Mapolres SBD untuk menuntut kepastian hukum atas kematian misterius korban.
Dalam aksi tersebut, massa mempertanyakan tindak lanjut dari dua alat bukti awal yang telah dikantongi pihak kepolisian sejak awal penyelidikan di lapangan, yakni sebuah handphone (HP) dan satu buah jaket hitam milik almarhum. Diketahui, tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah hukum Polsek Wewewa Timur, yang awalnya menangani kasus ini sebelum diambil alih Polres SBD.
Saat aksi unjuk rasa berlangsung, massa diterima langsung oleh Wakpolres SBD, Kompol Marthin Ardjo. Menanggapi tuntutan keluarga dan PMKRI, Wakpolres berjanji bahwa pihak kepolisian akan segera membentuk tim khusus (timsus) untuk mempercepat penyelidikan di lapangan dan berjanji akan menyampaikan perkembangannya dalam waktu dekat.
Pihak Keluarga Pertanyakan Janji Polres SBD
Merasa penanganan kasus berjalan lambat dan belum ada titik terang, salah satu perwakilan keluarga mendatangi awak media Pasolapos.com dan,Gongsumba.com. untuk mempertanyakan realisasi janji dari pihak Polres SBD tersebut.
Menindaklanjuti keluhan keluarga, awak media mencoba menemui Kapolres SBD, AKBP Harianto Rantesalu, S.I.K., M.Si., pada (23/6/2026). Kepada media, Kapolres menegaskan bahwa tim khusus telah dibentuk dan saat ini tengah bekerja keras mengumpulkan data di lapangan.
“Kami sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus almarhum Goris Bessu. Kami terus bekerja, mohon bersabar karena tim sementara mengumpulkan data,” ujar AKBP Harianto.
Untuk mendapatkan informasi lebih detail, Kapolres mengarahkan awak media untuk berkoordinasi langsung dengan Kasat Reskrim Polres SBD, Iptu Yakobus Kokleo Sanam, S.H., di ruang kerjanya.
Iptu Yakobus menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan, namun hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa membeberkan informasi mendalam ke publik demi kepentingan penyelidikan.
“Tim pencari data kami sedang mendalami siapa saja yang terlibat dalam kasus ini. Terkait barang bukti berupa HP dan jaket hitam, saat ini masih kami simpan dengan baik sebagai alat bukti utama,” jelas Iptu Yakobus.
Lebih lanjut, Kasat Reskrim mengimbau dan mengajak pihak keluarga serta masyarakat umum untuk ikut serta membantu kepolisian dengan memberikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Kami sangat berharap pihak keluarga dan masyarakat dapat bekerja sama dengan Polres SBD. Jika ada informasi sekecil apa pun, segera sampaikan kepada kami agar kasus ini cepat terungkap. Begitu ada petunjuk kuat atau keterlibatan pihak tertentu, kami akan langsung jemput,” tegas Kasat Reskrim menutup wawancara. (Tim Redaksi:Paul)






