Berita Terbaru
Kalimat Sapaan ** ” Maringina, Maringina, Maringina “** Pencetus yang diinsiasi, oleh Ibu Ratu Ngadu Bonu Wulla Talu. ​Gaduh di Dinas Kesehatan: Dugaan Potongan Gaji ke-13 dan Keluhan Belum Dibayar. ​ Tambolaka,Pasolapos.com === Dinas Kesehatan (Dinkes) kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, beredar kabar mengenai dugaan pemotongan dana Gaji ke-13 bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan dinas tersebut. Di saat yang sama, persoalan kesejahteraan kian memanas setelah sejumlah tenaga paruh waktu (honorer/kontrak) mengeluhkan hak bulanan mereka yang tak kunjung cair. ​Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian maupun titik terang terkait kebenaran dugaan pemotongan anggaran hak pegawai tersebut. ​Isu Pemotongan Gaji ke-13 yang Masih Misteri ​Kabar mengenai pemotongan Gaji ke-13 ini mulai berembus dari keresahan sejumlah pegawai di internal Dinas Kesehatan yang enggan disebutkan namanya. Gaji ke-13 yang seharusnya diterima penuh sebagai bentuk apresiasi kinerja dari pemerintah, diduga berkurang dari nominal yang semestinya. ​Meski isu ini telah menggelinding bak bola salju di kalangan pegawai, belum ada bukti hitam di atas putih maupun pernyataan resmi yang mengonfirmasi alasan di balik dugaan pemotongan tersebut. Ketidakpastian ini memicu spekulasi negatif dan keresahan di lingkungan kerja Dinas Kesehatan. ​Tenaga Paruh Waktu Menjerit Belum Gajian ​Menunggu Klarifikasi Resmi Pihak Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya ​Terkait dua isu krusial ini, tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan maupun pejabat berwenang setempat belum bertemu,bahkan di hubungi via Telpon tidak tersambung . Namun, hingga saat ini pihak dinas terkait masih irit bicara dan belum memberikan jawaban pasti atau rincian mengenai mandeknya honor tenaga paruh waktu serta rumor pemotongan Gaji ke-13. ​Masyarakat dan para pegawai berharap pihak inspektorat atau lembaga pengawas daerah segera turun tangan untuk melakukan audit atau investigasi mendalam, guna meluruskan simpang siur informasi ini agar pelayanan publik di sektor kesehatan tidak terganggu. (Redaksi) Turut Berdukacita JEPITAN DARI KAMPUNG PUU KOMBO: Kisah Gerson Bora Lende.Bertahan Hidup Dalam Rumah Tak Layak Huni Bersama Enam Anaknya JERITAN DARI KAMPUNG PUU KOMBO: Kisah Gerson Bora Lende, Bertahan Hidup dalam Rumah Tak Layak Huni Bersama Enam Anaknya

Bupati Sumba Barat Daya Mengakhiri Program dan Expo Sayuran dengan Pesan Inspiratif untuk Pertanian Lokal!

foto bersama Bupati SBD dengan Lembaga WLF.

TAMBOLAKA,Pasolapos.com– Bupati Sumba Barat Daya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) dan William & Lily Foundation (WLF) atas kontribusinya dalam mengajarkan ribuan orang tentang bertani yang cerdas di kabupaten Sumba Barat Daya.

 

Hal itu ia utarakan dalam penutupan Program dan Expo Sayuran di lapangan Seminari Sinar Buana, Desa Weelonda, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Jumat, tanggal 15 September 2023.

 

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada YBTS dan WLF karena

Mereka mengajarkan ribuan orang tentang bertani yang cerdas”. Ujarnya

 

Lanjutnya, Bupati Sumba Barat Daya menekankan pentingnya makan sehat untuk kecerdasan dan sebagai landasan hidup. “kita yakin tidak ada manusia yang hidup tanpa makan. Harus makan dan kita sepakat supaya hidup lebih baik di tana Loda Wee Maringgi pada Wee Malala kita harus mengonsumsi makanan yang sehat. Makanan yang sehat harus di landasi dengan kecerdasan”, ungkap Nelis.

 

Tidak lupa juga bupati SBD itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kelompok tani yang luar biasa dan hebat-hebat yang berada di SBD.

 

Ia mengungkapkan bahwa kecerdasan dalam menjalankan proses pertanian, mulai pemilihan benih, pengelolaan lahan dan pupuk, hingga proses menanam, merawat, panen, menyimpan, dan mengonsumsi hasil pertanian, adalah kunci kesuksesan. Tidak lupa, Bupati Sumba Barat Daya juga memberikan penghargaan kepada kelompok tani yang luar biasa dan hebat.

 

Ia mengakui bahwa keberhasilan dalam bidang pertanian melibatkan banyak aspek yang harus diperhatikan. Namun, dengan kecerdasan dan ketulusan, hasil yang baik pasti akan tercapai.

 

Program dan Expo Sayuran ini telah menyita perhatian, dengan banyak aspek yang dapat ditiru dan dijadikan contoh. Bupati Sumba Barat Daya menegaskan bahwa kebahagiaan bagi semua pihak yang terlibat dalam pertanian lokal ini dapat diraih, asalkan kita menjalankannya dengan kecerdasan dan ketulusan.

 

Diketahui Program ini telah berlangsung sejak Oktober 2021 dan akan berakhir pada 30 September 2023, berhasil menyelesaikan semua aktivitasnya di 48 Kelompok Tani yang tersebar di 9 desa, yaitu Desa Pero, Kabalidana, Wemangata (Kecamatan Wewewa Barat), Desa Weekokor, Weepatando, Kanelu, dan Weerame (Kecamatan Wiwewa Tengah), serta Desa Wee Londa dan Wee Rena (Kecamatan Kota Tambolaka).

 

Harapan tinggi terletak pada langkah-langkah cerdas yang diambil oleh para petani dan pihak terkait. Dengan penutupan Program dan Expo Sayuran ini, diharapkan pertanian lokal di Sumba Barat Daya dapat terus berkembang menuju petani yang sukses dan sejahtera.

 

Program PERMATA telah meninggalkan jejak bersejarah di Sumba Barat Daya, dan akan terus menjadi inspirasi bagi pertanian lokal di Sumba Barat Daya.

 

Red: Paul

Tinggalkan Balasan