Oleh Agustinus B. Wuwur
Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat/Ketua KOMSOS Paroki Waikabubak
PASOLAPOS.COM – WAIKABUBAK || Pada hari Jumat (6/2/2026) Pasolapos berbincang-bincang dengan Maximus Kosat sebagai Pembina Gerakan Pramuka Kuartir Cabang Sumba Barat, NTT. Maxi demikian ia biasa disapa,menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan upaya yang berfokus pada pembentukan karakter, disiplin, dan kemandirian generasi muda melalui metode kepanduan. Pramuka berlandaskan prinsip kejujuran dan cinta tanah air dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan moralitas bagi pelajar. Bertujuan menciptakan generasi tangguh, berkarakter, dan berkarya melalui pendidikan berbasis metode praktis.
Sebagai ekstra kurikuler , Pramuka relevan dengan pendidikan karakter di sekolah, membantu mengurangi krisis moral dengan mengedepankan kode kehormatan, seperti : Satyakudarmakan dan Darmakubaktikan. Relevansinya bahwa melalui kegiatan lapangan , Pramuka membentuk pribadi yang mandiri, peduli sosial, dan siap berkontribusi pada masyarakat. Dengan demikian nilai kebangsaan melalui pramuka mendidik anggota dengan semangat nasionalisme dan persatuan, seringkali dikaitkan dengan dasar Pancasila.
Lebih lanjut Maxi menjelaskan kepada Pasolapos bahwa semua gugus depan siaga ,penggalang, penegak di setiap kwartir Ranting Gerakan Pramuka Sumba Barat sudah dikukuhkan dan pelantikan pengurus gugus depan. Hal tersebut dilakukan sebagai awal kehidupan daripada setiap gugus depan. Artinya setiap gugus depan memiliki Berita Acara pengukuhan gugus depan dan pelantikan gugus depan, serta memiliki nomor gugus depan sesuai dengan nomor urut gugus depan masing-masing.
Contoh gugus depan SMPN 1 Waikabubak memiliki nomor 01.015-01.016 yang berarti 01 menunjukkan nomor kwartir Ranting Kota Waikabubak. 015 menunjukkan nomor regu Putera, 016 menunjukkan regu putri di SMP Negeri 1 Waikabubak.
Penanggung jawab gugus depan adalah Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan yang biasa disingkat KAMABIGUS. Gugus depan penggalang memiliki pemimpin utama yang disebut Pimpinan Utama (Pratama). Satuan terkecil dalam kelompok penggalang disebut regu. Masing-masing regu putera memilih nama regu dengan nama binatang seperti : Regu Rajawali, Singa, dsb. Regu Putri memilih nama bunga : Mawar, Melati, Flamboyan.
Masing-masing regu dipimpin oleh seorang ketua dan wakil ketua yang disebut pemimpin regu dan wakil pemimpin regu (Pinru dan Wapinru). Kumpulan dari masing-masing regu dalam kelompok besar disebut pasukan : 1. Pasukan putera yang dipimpin oleh pemimpin pasukan dan wakil pemimpin pasukan (Pimpas dan Wapimpas). 2.Begitulah pula pasukan putri. Kedua pasukan dipisahkan karena memiliki latihan terpisah. Pasukan putera dipimpin pembina putera, pasukan puteri dipimpin pembina puteri.
Motto Pramuka adalah “Satyaku kudarmakan , darmaku kubaktikan” artinya pramuka memiliki 3 janji dan 10 petunjuk moral. Tri Satya : Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh : . Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila. . Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat. . Menepati Dasa Darma.
Dasa Darma Pramuka : 1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. 3. Patriot yang sopan dan satria. 4. Patuh dan suka bermusyawarah. 5. Rela menolong dan tabah. 6. Rajin terampil dan gembira. 7. Hemat, cermat dan bersahaja. 8. Disiplin berani dan setia. 9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya. 10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Tri Satya dan Dasa Darma wajib dihafal oleh anggota pramuka penggalang dan anggota pramuka dewasa, termasuk para pembina dan pelatih Pramuka. Berarti sikap hidup dalam pembentukan karakter generasi bangsa dalam ruang lingkup gerakan pramuka berpedoman pada Tri Satya dan Dasa Darma.
Program yang direncanakan Kwartir Nasional dalam tahun 2026 akan diadakan Jambore Nasional di Cibubur (Lokasi Perkemahan Nasional). Untuk memenuhi kriteria peserta Jambore Nasional maka anggota pramuka penggalang wajib menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) sebagai tuntutan kurikulumnya yaitu : harus melewati ujian tingkat penggalang ramu, penggalang rakit, dan penggalang terap; bila perlu mencapai tingkat penggalang garuda.
Persiapan awal yang dilakukan di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumba Barat adalah mempersiapkan gugus-gugus depan untuk mengikuti Jambore Cabang di kabupaten amasing-masing , Jambore Daerah di Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) terutama di Kwarda Pramuka NTT. Sedangkan kegiatan sosial yang sering dilakukan di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumba Barat : 1. Peduli sampah. 2. Bakti sosial di tempat umum seperti gereja dan masjid, pasar dan di lapangan-lapangan tertentu.
Kegiatan gerakan pramuka menjelang 14 Agustus 2026 direncanakan akan dilaksanakan antara lain : pawai obor, upacara 14 Agustus HUT Pramuka. Kegiatan-kegiatan lain sesuai tingkatan umur : atraksi permainan bendera semaphore (cara mengirim berita menggunakan bendera, tangan kosong atau tongkat) dan pertunjukan-pertujukan lain. Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade,SH bertindak sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sumba Barat, selama ini sangat mendukung seluruh rangkaian kegiatan pramuka Sumba Barat. Demikian uangkap Maxi Kosat sebagai Pembina Pramuka untuk anggota Pramuka Gugus Depan dan sebagai pelatih pramuka untuk para Pembina gugus depan. Proficiat !












