PASOLAPOS.COM, WAIKABUBAK==Pada hari Rabu (7/10/2026) Posalopos berkunjung ke SMP Negeri 2 Waikabubak,Sumba Barat,NTT untuk mewawancarai kepala sekolah Yacoba,guru pembimbimbing dan siswi peserta lomba karya ilmiah tingkat internasional di Malaysia,mereka berprestasi memperoleh medali emas.
Anak-anak yang diwawancarai Marsela Gisel Pekadede,menceriterakan bahwa ketika mendengar pengumuman juara memperoleh medali emas perasaan senang dan terharu setelah perjuangan 6 bulan, kena marah, revisi,ganti topik,tidak sia-sia latihan sampai malam. Karena percaya kepada Tuhan hasil yang diperoleh luar biasa. Juga dukungan orang tua,guru-guru,teman-teman,saat pengumuman deg degkan,terharu dapat gold medal.
Florentina Cornelia Mamba berkisah bahwa setiap proses sejak awal sampai akhir selama 6 bulan tidak sia-sia. Percaya atas campur tangan Tuhan, merasa bangga bisa memperoleh gold medal, jauh dari Sumba sudah presentasikan karya ilmiah di tingkat internasional. Semua terjadi menurut Florentina karena dukungan antara lain dari Yayasan Terang Sumba, sekolah,teman-teman dan orang tua.
Kanthimaya Hiranya Ginting,merasa senang “kita tunjukkan kita dari Sumba bisa” ungkapnya penuh keyakinan. Setelah cape-cape belajar,berlatih merasakan suka sedihnya bersyukur sukses meraih medali emas, karena dukungan sekolah,keluarga,dan juga kerjasama tim yang saling melengkapi. Ketika lomba di sana ada rasa gugup, setelah lomba rasa lega. Orang tua pun turut senang anak bisa menunjukkan bakat,dan sukses.
Desriany Bulu, mengenang perjuangan bersama teman tim, ia berkisah secara jujur campur aduk perasaannya,terharu meraih medali emas bersama teman. Bersyukur kepada Tuhan,Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah. Terharu karena anak-anak Sumba yang kurang diperhatikan tapi bisa tampil di kancah internasional, sangat berbangga ungkapnya penuh haru.
Anggreni Pige Bore, ketika ditanya kesannya oleh Pasolapos ia berkata senang karena ternyata setelah berlelah-lelah berjuang menyusun jurnal bersama teman tim tidak sia-sia, presentasi hasil penelitian dan berusaha sampai tingkat internasional. Dan itu profesor perbaiki presentasinya lebih mantap saat latihan. Hari presentasi awalnya gugup setelah juri kasih pertanyaan,tetapi karena persiapannya matang bisa jawab pertanyaan.
Guru pendamping Ibu Jervince I.R. Here,S.Pd ketika diwawancarai Pasolapos, berceritera bahwa proses panjang mulai seleksi guru dari SMP di Sumba Barat,sekolahnya dipilih mengikuti lomba di Malaysia,dan itu tidak mudah bermodalkan potensi dan perjuangan, karena diseleksi oleh Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah, dan seleksi itu sangat menantang, butuh kolaborasi yang kuat dengan guru sains (biologi,kimia,fisika) karena ia berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris. Ia bersyukur bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Sukacita total,dan motivasi untuk teman-teman guru,kisahnya kepada Pasolapos.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Waikabubak Ibu Yecoba Atakawi,S.Pd.K, ketika diwawancarai di ruang kerjanya oleh Pasolapos, menjelaskan judul karya ilmiah yang dilombakan “ RESPIRE : Evaluation of Adjunctive Adrographis paniculata Therapy Inflammatory Recovery in Pneumonia”. Indonesia : ”RESPIRE : Evaluasi Andrographis paniculata sebagai Terapi Pendamping dalam Mendukung Pemulihan Peradangan pada Pneumonia”.
Lanjut Ibu Yecoba bahwa anak-anak berangkat dari masalah pneumonia dan potensi tanaman lokal sambiloto atau Andrographis paniculata. Sambiloto memiliki senyawa aktif utama andrographolide yang dari berbagai penelitian diketahui mempunyai aktivitas antiinflamasi dan imunomudulator. Persoalannya bahwa sambiloto sangat pahit sehingga tidak mudah dikonsumsi. Anak-anak peserta lomba kemudian mengembangkan minuman bernama Sumbaloto,dengan memadukan A.Paniculata dengan bahan seperti nanas,jahe,cengkeh,gula aren,dan stevia.
“Penelitian ini tidak menyatakan Sumbaloto sebagai obat pendamping (terapi ajuvan) pengobatan pneumonia. Tujuannya adalah mengembangkan formulasi yang dapat diterima dan melihat potensinya sebagai pendamping atau adjuvant terhadap terapi medis”. Anak-anak tidak langsung membuat produk dan membawanya ke lomba. Mereka membaca jurnal,menyiapkan tanaman,melakukan pengeringan dan penghalusan,melakukan pengembangan formulasi,menguji bahan penyamar rasa pahit,kemudian membandingkan 3 konsentrasi sambiloto yaitu 5 gram, 6 gram,6,5 gram. Berdasarkan hasil pengujian tersebut formulasi 6 gram dalam volume akhir 1.500 ml memberikan keseimbangan terbaik antara penerimaan rasa dan kenyamanan setelah dikonsumsi.”
WICE 2026 berlangsung secara luring tanggal 20 s.d. 24-9-2026 di SEGi University, Kota Damansara, Malaysia. Secara keseluruhan kompetisi diikuti 517 tim, yaitu 243 tim secara langsung dan 274 tim secara daring dari 12 negara : Indonesia,Malaysia,Hongkong,Thailand,Meksiko,Korea Selatan,Belarus,Tiongkok,Kanada,Uzbekistan,Vietnam,dan Banglades. WICE sendiri mempertandingkan 5 kelompok bidang utama,termasuk Applied Life Sciences,kategori yang diikuti Sumba Bisa. Ibu Yecoba berterima kasih kepada Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah/Terang Sumba atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada anak-anak. Dukungan juga datang dari sekolah,keluarga/orang tua,tim,suami Pak Drs. Oktavianus T.D. Ngara, dan dari Direktur Bank NTT, Bapak Marten Soai. Dan selama proses penelitian anak-anak juga mengembangkan dan menjual produk Sumbaloto sebagai salah satu bentuk kemandirian dan dukungan terhadap kegiatan penelitian.
Lebih lanjut jelas Ibu Yecoba bahwa ia melihat kompetisi di ajang internasional sangat kuat karena terdapat ratusan karya dari berbagai negara. Jadi tidak dipandang sebagai persaingan antar negara, tetapi persaingan kualitas gagasan dan penelitian. Setiap tim membawa inovasi yang berbeda, dan Tim Sumba Bisa harus mempertanggung jawabkan metode,data,inovasi,serta produknya di hadapan juri internasional. Dan hasilnya SMP Negeri 2 Waikabubak memperoleh Gold Medal dalam forum internasional menjadi pengalaman yang berarti bagi anak-anak. Proficiat SMP Negeri 2 Waikabubak, Proficiat Pemda Sumba Barat, Proficiat Pemda NTT,Proficiat INDONESIA.
Oleh Agustinus B.Wuwur,S.Ag.
Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat/
Ketua KOMSOS Paroki St.Petrus dan Paulus Waikabubak.





