Pimpin Apel ASN, Gubernur NTT Tegaskan Januari Bulan Perencanaan dan Disiplin Kerja

 

PASOLAPOS.COM | Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT pada Senin pagi, 19 Januari 2026. Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa Januari merupakan bulan perencanaan, sehingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib menuntaskan evaluasi kinerja tahun 2025 dan merampungkan perencanaan program tahun 2026 paling lambat pada bulan ini.

 

Gubernur menekankan bahwa perencanaan tidak boleh sekadar bersifat administratif, melainkan harus jelas, terukur, berbasis data, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi OPD yang bingung terhadap arah kerja dan target programnya.

 

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi NTT. Namun demikian, Gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintah tidak diukur dari besarnya serapan anggaran, melainkan dari kualitas pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.

 

Sebagai contoh, pada sektor pendidikan, Gubernur menegaskan bahwa indikator keberhasilan harus terlihat dari menurunnya angka putus sekolah, meningkatnya kualitas guru dan peserta didik, serta adanya dampak nyata yang dirasakan oleh para orang tua.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut memberikan apresiasi kepada sektor pertanian yang berhasil melampaui target nasional swasembada pangan hingga 35–40 persen. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti bahwa perencanaan yang baik, penggunaan data yang jujur, serta kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan prestasi di tingkat nasional.

 

Namun demikian, Gubernur juga menyampaikan peringatan tegas agar tidak ada lagi praktik penyajian data yang tidak sesuai fakta atau sekadar “asal bapak senang”. Ia menyoroti penanganan stunting yang dinilai belum memberikan hasil optimal meskipun anggaran yang dialokasikan cukup besar. Ke depan, anggaran stunting harus benar-benar menyentuh intervensi gizi dan kebutuhan masyarakat, bukan habis pada kegiatan rapat semata.

 

Gubernur meminta seluruh OPD untuk mengurangi program yang tidak berdampak langsung, menyelaraskan target antara pemerintah pusat dan daerah, serta berani melakukan konsultasi apabila perencanaan program belum jelas.

 

Selain itu, Gubernur juga menyoroti persoalan disiplin ASN. Ia menegaskan bahwa toleransi terhadap pelanggaran disiplin telah berakhir. Masih adanya laporan manipulasi absensi dinilai sebagai pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. Oleh karena itu, Inspektorat diminta untuk bertindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Kinerja dan kehadiran ASN akan diverifikasi sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.

 

Menutup arahannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam penanganan kecelakaan wisata di Labuan Bajo. Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pariwisata premium agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

 

Gubernur mengajak seluruh ASN untuk bekerja secara fokus, disiplin, dan solid, serta memastikan bahwa setiap perencanaan yang disusun benar-benar bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur..

Tinggalkan Balasan