Berita Terbaru
Kehadiran Ibu Bupati SBD, bersama jajaran (OPD)lokusnya monitoring dan evaluasi stunting di posyandu Waipahanduk desa Waimaringi Kecamatan Kodibalagha. Pasolapos.Com==Acara yang berlangsung pada jumat 24/07/2026 di desa waimaringi dalam rangka melakukan stunting di wilayah kecamatan kodi balaghar serta penurunan angka stunting di desa waimaringi kecamatan kodi balaghar ” Camat Kodi Balaghar LODOWIK ALALO bersama bupati Ratu Wulla Talu,ST Beserta jajaran dan masyarakat tujuan memantau keadaan (STUNTING) “Kedatangan bupati Ratu Wulla Talu,ST, ini bertujuan memantau langsung penanganan Stunting dan menyampaikan beberapa persoalan tentang jalan insfrastruktur dari waimangura hingga kodi kahale akan saya hopmiks” “Dalam kunjungan tersebut , bupati juga menyampaikan dalam rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan dari waimangura hingga kodi kahale, ujar bupati di saat berdialog di tengah masyarakat ” “Selain insfrastruktur , fokus utama kita adalah berupaya percepat penurunan Stunting saya minta agar bupati kecamatan kodi balaghar bersama para kepala desa mengoptimalkan kegiatan stunting ” “Salah satu strategisnya, adalah memanfaatkan momentum perkumpulan warga di saat beribadah, camat juga harus bekerja sama dengan para kepala desa di seluruh wilayah seluruh balaghar adakan kegiatan stunting Bupati Ratu Wulla Talu Turun Langsung ke Desa Waimaraingi, Bahas Stunting hingga Jaringan Internet di Kodi Balaghar DPRD SBD Komisi 2 dan Pimpinan Siap Gelar Sidak Lapangan,Proyek Alun Alun Tambolaka. Uji Coba Sistem Irigasi Tetes Otomatis Berbasis IoT Bertenaga Surya, BLK Don Bosco Sumba. Peringati Hari Anak Nasional 2026, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak Melalui Festival Pahlawan Anak

Pemerintah SBD Salurkan Bantuan Alat Pertukangan dan Bantuan Sosial kepada PPKS dan Korban Bencana

Sebanyak 13 Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dari delapan kecamatan di Kabupaten Sumba Barat Daya.

PASOLAPOS.COM || Sebanyak 13 Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dari delapan kecamatan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menerima bantuan berupa alat pertukangan dari Dinas Sosial Kabupaten SBD.

 

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, didampingi oleh Wakil Bupati Dominikus A. Rangga Kaka, pada Senin pagi, 5 Mei 2025.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial, Lukas Pati Mone, bersama sejumlah staf dari dinas terkait.

 

Selain kepada 13 PPKS, bantuan juga diserahkan kepada delapan warga lainnya yang merupakan perwakilan dari korban bencana alam maupun sosial.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial, Lukas Pati Mone, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam merespons kejadian kebakaran yang terjadi pada tahun 2024 lalu. Disebabkan oleh adanya pemangkasan anggaran, sejumlah bantuan belum dapat disalurkan pada saat itu.

 

Ia juga menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya untuk korban kebakaran, tetapi juga menyasar kelompok rentan lainnya, seperti penyandang disabilitas, korban kekerasan di luar negeri, dan mereka yang mengalami masalah sosial lainnya. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung proses pemulihan psikologis dan kesejahteraan sosial mereka.

 

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati atas perhatian besar terhadap masalah-masalah sosial di Kabupaten SBD. Saya juga ingin menyampaikan bahwa saat ini kami mengalami kesulitan terkait dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU), dan hal ini perlu menjadi perhatian penting ke depannya,” tutur Lukas.

 

Sementara itu, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat melalui kegiatan seperti ini adalah bukti nyata dari kepedulian pemerintah terhadap warganya.

 

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kami hadir agar masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi masalah, ibarat anak ayam yang kehilangan induknya. Pemerintah selalu siap hadir dan menjadi bagian dari solusi,” ungkap Bupati Ratu.

 

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan bantuan secara bijak. Terutama bagi para penerima bantuan alat pertukangan, Bupati meminta agar alat tersebut tidak dijual, melainkan digunakan untuk mendukung kegiatan produktif.

 

“Bantuan ini bukan untuk dijual. Gunakan alat ini untuk menghasilkan sesuatu seperti meja, kursi, atau produk pertukangan lainnya. Harus ada alamat jelas dari para penerima dan dibuat pakta integritas agar bantuan bisa dikontrol. Saya sendiri akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek,” tegas Bupati.

!

Tinggalkan Balasan