Pasar Rakyat Bondo Kodi di Kecamatan Kodi Semrawut, Warga Mengeluh Agar Pemerintah Desa dan Kecamatan Hingga aparat kepolisian Polsek Kodi segera Menata Pasar.

PASOLAPOS.COM==”Pasar inpres bondo kodi yang terletak di desa bondo Kodi Kecamatan Kodi, kabupaten sumba barat daya provinsi Nusa Tenggara Timur (ntt)menjadi sorotan para penjual dan pembeli di pasar tersebut dan juga warga masyarakat setempat”

“Pasar yang memiliki sejarah tinggi ini, di nilai tidak tertata dengan rapi dan baik, atas lemahnya perhatian pemerintah desa dan Kecamatan hingga pihak kepolisian yang tidak membangun kaloborasi, dan juga kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal ini demi kenyamanan dan ketertiban pasar tersebut”

“Pasar bondo Kodi yang sudah di bangun pada era jaman penjajahan Belanda, yaitu merupakan salah satu pusat ekonomi, yang paling tertua di mata masyarakat sekitarnya, dan beberapa kecamatan yakni kodi balghar, kodi bangedo, kodi, dan kodi utara dan juga masih banyak para pendatang dari Kecamatan lainnya yang sudah melakukan jual beli barang”

“Pasar ini sebagai titik utama, yang turut berperan aktif, dalam berjual beli barang, dan juga berfungsi sebagai titik strategis dalam menjaga wilayah dari serangan kolonial,namun kini pasar semakin jauh dari harapan masyarakat dan tidak mencerminkan nilai historis yang pernah melekat di hadapan piblik’

“Hingga saat ini di nilai bahwa penataan pasar belum menunjukan penataan pasar yang signifikan karena minimnya perhatian pemerintah Desa, dan kecamatan hingga polsek setempat bahkan pemerintah kabupaten”

“Sehingga menimbulkan gangguan masyarakat dalam aktivitas di area pasar serta menggangu ketertiban umum di area jalur umum yang sering di sebut jalur pariwisata pantai pero”

“Atas kurangnya kesadaran masyarakat juga menyebabkan di setiap para pengemudi memarkir kendaraan roda dua dan roda empat di bahu jalan secara sembarangan,yang sangat sempit, akhirnya sangat mengganggu arus lalu lintas di badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan bagi pengemudi dan pejalan kaki di setiap hari pasar yaitu rabu dan sabtu”

“Sesuai pantauan media pada sabtu 26 September 2026,warga juga menyoroti peran aktif pemerintah desa dan Kecamatan hingga pihak keamanan lalu lintas dari polsek setempat dan di nilai tidak melakukan penertiban pasar di setiap hari pasar secara optimal ”

“Atas ketiadaan sistem parkir resmi,dan ketiadaan karcis serta tidak tersedianya lokasi parkir yang tertata rapi, maka akan mberikan ruang para pelaku tindak kejahatan akan muncul suatu reaksi pada setiap oknum, karena tanpa pengawasan pasar ”

“Datang juga dari salah satu warga yang enggan di kenal namanya, di lokasi pasar bondo Kodi , ia menyampaikan harapannya kepada media agar pemerintah Desa dan Kecamatan hingga pihak keamanan agar di bangun pos polisi di titik area pasar sehingga pasar ini menjadi aman dan kondusif serta terhindar dari segala reaksi yang menuju pada dampak buruk”

“Menurutnya, apabila pos jaga di dirikan di area pasar yang di hadiri kaamanan pihak polsek setempat, akan membuat parkiran lebih tertib, dan juga akan mengurangi potensi pencurian kendaraan roda dua dan serta barang lainnya, maka ini akan membantu untuk menata jalur lalu lintas dan kendaraan yang di parkir secara sembarangan ”

“Pasar rakyat bondo kodi kini menjadi pembicaraan hangat di mata umum, serta di berbagai platform media sosial, dan juga banyak pengguna jalur kendaraan yang menyoroti kondisi pasar yang di nilai tidak sesuai standar penataan parkiran baik roda dua dan roda empat maupun rodan selanjutnya”

“Selain itu, keluhan dari sejumlah warga juga menyampaikan bahwa, beberapa hari pasar lalu terjadi kehilangan sepeda motor di lingkungan pasar ini karena kondisi pasar yang masih semrawut ini”

“Melalui media, warga juga meminta agar pemerintah desa, Kecamatan, kabupaten, PMD, inspektorat dan pihak kepolisian segera benahi”

“Sehingga berita ini di turunkan sambil menunggu tanggapan dari dinas terkait di kabupaten sumba barat daya ”

Penulis:Matius Ndara manu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *