Melaksanakan Bimtek BUMDes di Kantor Desa Radamata, Ada 3 Desa yang Hadir

Melaksanakan Bimtek BUMDes di Kantor Desa Radamata, Ada 3 Desa yang Hadir.

Tambolaka, Pasolapos.com – Pengadaan pelatihan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan BUMDes tahun ini bagi desa-desa yang sudah terbentuk kepengurusan BUMDes perlu mendapatkan bimtek dari tenaga ahli Kabupaten Sumba Barat Daya dan mendapat pendampingan dari tenaga pendamping desa. BUMDes yang sudah terbentuk dalam desa agar bisa menjadi lebih baik dalam melakukan suatu pekerjaan atau usaha yang mampu mendukung pembangunan ekonomi desa, perlu mendapatkan pelatihan petunjuk teknis oleh Tim Ahli (TA) Kabupaten Sumba Barat Daya agar menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan BUMDes.

 

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Radamata pada hari Sabtu, (17/5/2025). Ada tiga desa yang hadir, yaitu Kalena Wanno, Radamata, dan Waipangali. Dari ketiga unsur ini, semua pengurus BUMDes mulai dari Ketua, Sekretaris, dan anggota hadir, serta Badan Pengawas juga turut hadir mengikuti pelatihan tersebut.

Kegiatan Bimtek sedang berlangsung terlihat TA. Edis Gena lagi memberikan arahan.

Sebelum pelatihan, kegiatan ini secara resmi telah dibuka oleh Kepala Desa Radamata, Paulus Natara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh TA Edis Gena (sekaligus sebagai pemberi materi), Pendamping Desa Irene Rambu (Mama Kila), serta unsur pemerintahan dari tiga desa yaitu Kepala Desa, Sekretaris, dan Bendahara.

 

Selama ini, BUMDes di seluruh Kabupaten Sumba Barat Daya identik dengan kondisi “mati suri”, sehingga Pemerintah Kabupaten melalui dinas teknis PMD meminta agar seluruh desa segera melaksanakan revitalisasi seluruh badan pengurus BUMDes.

 

Untuk menangkap peluang usaha melalui pendirian BUMDes, Edis Gena selaku Tim Ahli tingkat kabupaten memberi Bimtek kepada tiga desa di Kecamatan Kota Tambolaka, yaitu Kalena Wanno, Waipangali, dan Radamata. Dalam bimbingan teknis tersebut, materi mengarah pada pendirian BUMDes, struktur kepengurusan, dan hal-hal yang terkait dengan bidang usaha.

 

Hal teknis lain yang didampingi oleh Edis Gena selaku Tim Ahli adalah menyangkut anggaran sampai pada analisis untung dan rugi pada usaha tersebut. Karena itu, tujuan dari wirausaha adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa dan menjadi cikal bakal bank yang ada di desa tersebut. Hal ini dapat tercapai jika para pelaku usaha, dalam hal ini pengurus BUMDes, mempunyai ide kreatif dan inovatif untuk membaca peluang usaha.

 

Secara keseluruhan, pelaku usaha dalam hal ini pengurus BUMDes harus berusaha menghindari penyebab gagalnya suatu usaha. Di antaranya adalah: jangan hanya semangat di awal tapi tidak mampu mempertahankan sampai akhir; mudah putus asa pada saat tidak berhasil; memulai bisnis hanya ikut-ikutan seperti karena sedang ramai; dedikasi yang kurang atau terlibat tidak sepenuh hati; perencanaan keuangan yang kurang tepat; manajemen yang tidak transparan; pemilihan lokasi usaha yang kurang tepat; kurang konsisten atau kurang teliti; dan mungkin juga kurang yakin dengan bisnis yang sedang digeluti bahwa akan berhasil.

 

Apa yang saya sampaikan ini adalah hasil analisis dari bimbingan teknis yang disampaikan oleh Edis selaku Tim Ahli Kabupaten. Beliau sangat teliti melihat hal-hal kecil agar sungguh mendapat perhatian.

Harapan Edis terhadap pelaku BUMDes selaku peserta bimtek, beliau mengarahkan agar tidak sekadar mendirikan BUMDes, melainkan juga melakukan kegiatan pelaksanaan BUMDes sesuai petunjuk teknis agar masyarakat dapat menikmati layanan dan fasilitas ekonomi yang lebih baik, tandasnya.

 

Kegiatan Bimtek ini hanya berlangsung satu hari saja. Sebenarnya perlu waktu satu sampai dua hari. Namun, saya percaya, kata Edis, seluruh pengurus BUMDes pasti adalah orang-orang yang terpilih menjadi yang terbaik dalam desa, singkatnya.

 

(Red…Paul/Kalos)

.

Tinggalkan Balasan