Religi  

Landaskan Kasih,Umat dan Imam Paroki St.Petrus & Paulus Waikabubak Jadi Contoh Membangun Gereja

Gereja St Petrus dan Paulus Waikabubak diberkati yang mulia Bapak Uskup Weetebula, Edmund Woga,CSsR .Sabtu,29 Juni 2024.

MELALUI GESER MENUJU PUNCAK KESUKSESAN PAROKI WAIKABUBAK

 

Ketua panitia pembangunan gereja Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak Bpk. Kungsen Gabriel Wangge yang dijumpai Pasolapos di rumahnya di Wailiang, Waikabubak beberapa waktu yang lalu  berkisah bahwa gedung gereja lama yang  dibangun pada masa P. Cypri Menti Leyin CSsR sebagai pejabat Pastor Paroki, pada tanggal 5 Januari 2015 dirobohkan untuk dibangun gedung gereja  baru ,  gambarnya dibuat oleh Bpk. Hyronymus Malelak, ST, kerjasama dengan Bpk. Ir.  Herman Orlan di Surabaya yang diperkenalkan oleh P. Simon Tenda , CSsR (sekarang Direktur Puspas Katikuloku). Ketika ditanya kepada Hyronymus apa perasaan yang mau diungkapkan  dengan rampungya gereja baru ia mengatakan : “ bersyukur kepada Tuhan , lega bahwa apa yang diimpikan umat, pastor paroki dan arsitek terwujud “.

 

 

Dana awal pembangunan gereja menurut Bpk. Gabriel  berawal dari GESER (Gerakan Seri Rupiah) yang diprakarsai Rm. Kristianus B. Reda, Pr pastor paroki waktu itu. Dan kegiatan perayaan ekaristi/ ibadat dialihkan ke aula paroki yang dibangun saat P. Robert Ramone, CSsR sebagai pastor paroki. Selain GESER ada pula iuran PNS, TNI, POLRI dan pegawai instansi lainnya yang beragama Katolik. Juga sumbangan sukarela dari pasangan nikah dan anak-anak yang menerima komuni pertama, itu berkisar beberapa tahun menghimpun dana awal, juga ada sumbangan dari Pemda Provinsi NTT, dan Pemda Sumba Barat. Menurut Ketua Panitia  sumber dana :  25 % dari donatur, umat  75 % . Ibu Yeni dan kawan-kawan dari Komunitas Kerahiman Ilahi Jakarta yang menyumbang patung St. Petrus dan Paulus Waaikabubak pun akan hadir pada saat pentahbisan gereja, bersama donatur lainnya.

Umat hening dalam mengikuti vesper agung.

Ketua Panitia Bapak Gabriel merinci lebih lanjut bahwa  proses pembangunan berjalan lancar karena semangat umat mendukung ,dan pada awal diketuai oleh Bpk. Norbertus. Kendati awalnya berjalan lancar namun ada pula tantangannya ketika terjadi covid tahun 2019. Sejak  dapat Surat Gembala Bapak Uskup Edmund Woga  tentang covid, (misa online) kehadiran umat di gereja sangat terbatas (2020) terjadi kevakuman tidak ada kegiatan. Tahun 2000 atas semangat motivasi dari berbagai pihak agar  jangan putus asa, kegiatan pembangunan  dilanjutkan. Juga aksi lima menit sebelum berkat penutup, yang tidak jenuh-jenuhnya disampaikan olehnya, juga Bpk. Tobias K. Kobun, dan Pak Leba Marawali.

 

 

Bendahara  panitia pembangunan gereja Ibu Maria Heronima Samapaty bersama panitia, pastor paroki dan umat kompak bekerjasama hingga gereja rampung dikerjakan. Ketua Panitia Pembangunan Bpk. Gabriel melalui Pasolapos menyampaikan  terimakasih yang tulus  atas partisipasi umat atas  kerinduan umat mensukseskan pembangunan gereja. Terimakasih kepada  donatur  atas bantuan mereka baik material atau uang maka  proses pembangunan berjalan lancar. Daya tampung gereja di balkon 750 orang, lantai 100 orang, di baseman 750 orang. Ada  : kantor,gudang, ruang OMK untuk pertemuan dan aktivitas OMK dengan ketuanya sekarang  guru Kristoforus Bani, S.Pd.

 

 

Kegiatan dalam rangka pentahbisan gereja Paroki St. Petrus dan Paulus telah diawali dengan Tridum : tanggal 26 s.d. 28 Desmber 2024. Kako male akan dilaksanakan dari pagi pukul 07.00 hingga pukul 15.00 diikuti oleh 14 lingkungan dalam Paroki Waikabubak dan 17 stasi , dan para pihak lainnya.

 

 

Tinggalkan Balasan