Oleh Agustinus B. Wuwur, Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat
PASOLAPOS.COM – WAIKABUBAK || Usai apel kesatuan/perdana yang digelar di pelataran kantor Bupati Sumba Barat di Weekarou, Waikabubak, Sumba Barat , NTT (5/3/2025) silam, gebrakan perdana pun memunculkan beberapa realita yang memuaskan, lantaran slogan : “BERSERI” melegahkan dada. Pasolapos beberapa hari mengitari kota Waikabubak menyaksikan kegiatan nyata dilakukan oleh pegawai pemerintah maupun partisipasi masyarakat dan warga sekolah antusias membersihkan sampah pada Jumat beberapa hari silam.
Jumat pagi (7/3/2025) penulis melintasi area sekitar masjid di Kota Waikabubak, dan menyaksikan kendaraan roda 4 , ED 1011 parkir di sekitar toko simpang, rupanya ada pejabat dan pegawai yang bersih-bersih di sekitarnya. Melewati perempatan toko Harapan Kita, di depan masjid penulis menyaksikan sejumlah pegawai membersihkan sampah.
Slogan BERSERI (Bersih, Sehat, Rapih, Indah) adalah serangkai kata yang memberi makna mendalam tentang cita-cita seorang Bupati Bapak Yohanis Dade, SH; yang bertekad lanjutkan perubahan. Ketika penulis mewawancarainya (11/9/2024) silam, ditanya saat itu mengapa berkehendak baik maju lagi di Pilkada Sumba Barat (Periode II), ia menjawab singkat melanjutkan dasar yang sudah diletakkan agar tidak terputus. Penulis masih ingat doanya “ Kalau Tuhan berkehendak “ maka kini telah jadi kenyataan.
Tidak mudah memang membangun Sumba Barat ungkapnya ketika menyampaikan sambutan pada apel kesatuan/perdana beberapa waktu yang lalu (5/3/2025), ia menghendaki kerjasama semua pihak untuk mewujudkan visi-misi bersama wakil Bupati Thimotius.
Paparan ulasan kali ini masih berkisar pada BERSERI, yang dibatasi dulu pada soal kebersihan kota Waikabubak, dan sekitarnya. Secara umum ketika Pasolapos berkeliling beberapa hari ini hasilnya menggembirakan. Tinggal bagaimana kesinambunganya sehingga tidak tersendat atau terputus di tengah jalan program BERSERI (Khusus Bersih dulu).
Untuk area sekolah-sekolah di Kota Waikabubak, contoh SDK Waikabubak III, SMP Katolik Waikabubak berdasarkan pengamatan penulis, bersih dari sampah. Kepala SMP Katolik Waikabubak Ibu Agustina Kiya, S.Pd, pada Jumat (7/3/2025) bersama guru pegawai dan peserta didik sebelum kegiatan belajar-mengajar menggunakan waktu 15 menit untuk bersih-bersih di area sekolah.
Untuk area pasar lama pantauan Pasolapos (7/3/2025) kendaraan di sekitar jalur jalan di depan BRI Unit Dede Kadu ramai lancar, tidak ada hambatan seperti sebelumnya. Terlihat petugas POL PP siaga memantau masyarakat/penjual yang hendak berjualan lagi. Ada beberapa anak usia SD yang agak kepala batu sembunyi-sembunyi menawarkan ikan kepada orang-orang yang lewat. Apresiasi untuk Pol PP pada hari Minggu sore (9/3/2025) Pasolapos menyaksikan mereka tetap berjaga-jaga memantau jangan sampai ada penjual dan pembeli yang berseliweran di area pasar lama Waikabubak.
Pada hari Minggu Pasolapos memantau memang ada Pasar Minggu di depan Toko Nusa Indah Waikabubak, penjual menjajakan barang dagangannya dan pembeli membeli : ubi-ubian, buah-buahan, sayuran, dll berlangsung sekitar Pukul 9.00 s.d. Pukul 11.00 WITA, namun mereka tertib dan tidak menghambat lulintas; dianjurkan perlu memperhatikan kebersihan sehingga tidak membebani petugas kebersihan.
Kerjasama Lurah Wailiang, dan Camat Kota Waikabubak, tentunya membawa dampak positif bagi warga untuk senantiasa memperhatikan kebersihan. Penulis apresiasi saksikan bagaimana petugas POL PP dengan tekun dan setia menjalankan tugas pengamanan di pasar lama dari pagi hingga petang.
Kita menghargai hak warga untuk mencari rezeki dengan berjualan, tetapi alangkah lebih baik berjualan di pasar Weekarou yang fasilitasnya memadai untuk digunakan. Kendati kendala angkutan dalam kota jalur ke pasar Weekarou agak susah, kecuali yang memiliki kendaraan tidak ada kendala. Kita doakan semoga Program BERSERI berdampak positif berkesinambungan bagi kebaikan banyak orang.












