Kepala Desa Marokota Mendapat sorotan tajam Dari Warga Terkait Tutup Mata kepada Warganya Tentang Infrastruktur Jalan Ke Kampung Weemoro Akhirnya warga Swadaya Perabatan Jalan “
PASOLAPOS.COM==”Wee moro wejewa barat kabupaten sumba barat daya provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)warga masyarakat dusun weemoro bersatu giatkan perabatan jalan tanpa dana pemerintah”
“Mengalirnya uang negara yang biasa di sebut Alokasi Dana desa dan dana desa hitungan miliaran rupiah di setiap tahun, hingga kini insfrastruktur jalan belum ada kunjungan kerja dari pemerintah Desa hingga kabupaten”
“Di tengah kucuran dana desa yang sudah mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya yang tujuannya adalah untuk insfrastruktur jalan ke pelosok desa dan kampung dari jalan besar menuju kampung weemoro wejewa barat hingga kini tak kunjung kerja “
Sehingga masyarakat mengeluh dan melakukan kerja perabatan jalan dengan biaya swadaya sendri tanpa bantuan pemerintah Desa setempat “
“Timbul pertanyaan besar dari warga kini semakin mencuat sehingga mengatakan kemana aliran dana tersebut , jika jalan menuju desa dan perkampungan saja harus di bangun dari patungan keringat warga”
“Pertanyaan hangat oleh warga juga usai dari sebuah curhatan melalui grub Facebook dan berita sumba barat daya, sehingga unggahan tersebut di nilai bahwa kepala desa setempat lengah tidak melaksanakan pekerjaan jalan yang rusak parah,menuju kampung weemoro”
“Kegiatan rabat jalan tersebut, yang tanpa ada sentuhan pemerintah dan tanpa menunggu kepastian bantuan pemerintah, sehingga warga kampung wee moro lebih memilih mengandalkan kebersamaan untuk melakukan kegiatan rabat jalan yang melalui swadaya warga”
“Kampung weemoro di kenal sebagai kampung yang paling penghujung dari desa marokota dan apalagi perkotaan,dan serta kampung tersebut tertinggal di daerah wilayah wejewa barat, kondisi jalan utama tersebut semakin rusak parah dan berlumpur ketika di musim hujan dan di genangi air “
“Atas kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama dan bertahun-tahun sudah menjadi dampak nyata, tapi hingga kini jauh dari harapan warga kampung weemoro karena kepala desa marokota tidak membuka mata kepada rakyatnya”
keterisolasian jalan tersebut juga, para pengemudi roda dua dan roda empat mengalami waktu berjam-jam dalam perjalanan karena kerusakan fasilitas umum dan buruknya akses jalan ini bukan sekadar masalah, atas ketidaknyamanan para pengemudi dalam melintasi jalan sehingga mencekik urat nadi kehidupan masyarakat sehari-hari”
“Demikian juga akses pendidikan sekolah, kesehatan, pasar, anak sekolah dan warga yang ingin menjual hasil usahanya di pasar semakin terhambat terpaksa harus lebih memilih jalan kaki dan menjunjung barang bawaannya yang begitu berat sehingga tiba di rute maps tujuannya”
“Warga juga mengalami krisisnya air bersih dan lonjakan harga jual beli air yang meningkat dan ini adalah kebutuhan warga yang paling mendasar serta akses jalan yang ekstrim membuat mobil tangki air enggan masuk di wilayah tersebut hingga harga air melonjak dratis hingga rupiah 400.000.00 . Empat ratus ribu rupiah “perpertangki”
“Bantuan pemerintah ini sangat di nantikan kapan tiba, dan juga aksi gotong royong perbaikan jalan oleh warga sebenarnya bukan hanya di lakukan pada kali ini, tapi juga sudah di lakukan di tahun-tahun sebelumnya, sehingga warga juga melakukan reaksi gotong royong dengan biaya swadaya sendiri oleh warga “
“Namun dalam keterbatasan biaya untuk melakukan kerja lanjutan yang timbul dari biaya sumber dana warga(BSDW)pekerjaan jalan tersebut juga tidak pernah tuntas sesuai harapan warga,dan jalan rusak termakan oleh erosi air di saat hujan di musim hujan”
“Hingga kini warga kembali turun ke jalan untuk melanjutkan pekerjaan rabat beton jalan yang rusak parah,sehingga jalan yang memadai sangat krusial bagi masa depan anak para murid sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK serta ketahanan pangan dan ekonomi warga “
“Masyarakat kampung weemoro sangat berharap kepada pemerintah Desa marokota, dinas kabupaten sumba barat daya, inspektorat PMD agar segera membenahi kerusakan jalan tersebut yan
[30/9, 15.53] Mateus Ndara Kodi: masih jauh dari harapan warga “
“Sesuai pantauan media pada rabu 30 September 2026,datang juga dari seorang warga yang enggan di kenal namanya ia menyampaikan bahwa pengelolaan dana desa tersebut dapat benar-benar menyentuh wilayah kami yang sudah terisolasi tanpa bantuan pemerintah ini agar ada proyek pembukaan jalan bisa di benahi secara permanen dan dapat adil dan makmur sesuai yang di harapkan”tegasnya
penulis:Matius Ndara Manu
Alamat kodi balaghar






