Tambolaka,PASOLAPOS.COM== – Setelah melakukan sosialisasi perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Sumba Barat, Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian HAM RI, Munafrizal Manan, bersama Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita, serta Tenaga Ahli Kemen HAM dan aktivis anti-perdagangan orang Gabriel Goa, mengunjungi BLK Don Bosco Sumba di Tambolaka, Sumba Barat Daya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai program pelatihan yang sedang berlangsung dan berdialog langsung dengan para instruktur serta peserta pelatihan yang berasal dari pulau Sumba.
Pak Munafrizal Manan mengapresiasi kualitas penyelenggaraan pelatihan di BLK Don Bosco yang didukung oleh instruktur bersertifikasi BNSP dan program-program pelatihan yang telah terakreditasi oleh LA-LPK.
Rombongan mengunjungi berbagai unit pelatihan, antara lain teknik sepeda motor, servis dan instalasi AC, tata rambut (salon), pengelasan, komputer, instalasi Listrik, energi surya, serta produksi furnitur dan produk bambu.
Sementara itu, Komisioner KPAI Dian Sasmita mengaku terkesan ketika melihat peserta kursus komputer sedang mengerjakan latihan penyusunan dokumen terkait perlindungan anak dan safeguarding.
“Saya senang melihat isu perlindungan anak tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa pendidikan keterampilan dan pendidikan karakter dapat berjalan bersama,” ungkap Dian.
Ia juga mengapresiasi keberadaan kursus tata rambut yang banyak diminati kaum perempuan serta memberikan peluang ekonomi yang nyata bagi generasi muda.
Menurut pihak BLK Don Bosco, penggunaan bambu sebagai bahan baku furnitur merupakan salah satu upaya mendukung pelestarian lingkungan dengan mengurangi ketergantungan pada kayu keras dan menekan laju penebangan pohon.
Aktivis kemanusiaan dan Tenaga Ahli Kemen HAM, Gabriel Goa menegaskan bahwa pelatihan keterampilan yang dilengkapi dengan praktik kerja industri (magang) dan sertifikat kompetensi merupakan langkah strategis untuk melindungi kaum muda dari risiko perdagangan orang.
“Ketika peserta memiliki keterampilan yang jelas, pengalaman magang, dan sertifikat yang diakui, mereka akan lebih mudah memperoleh pekerjaan yang layak. Karena itu BLK Don Bosco menjadi mitra penting pemerintah dalam upaya pencegahan TPPO di Nusa Tenggara Timur,” tegas Gabriel.
Direktur BLK Don Bosco Sumba, Br. Ephrem Santos, SDB, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada lembaganya.
“Kami percaya bahwa pendidikan keterampilan adalah salah satu jalan terbaik untuk membangun masa depan kaum muda. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kami ingin terus memberikan kesempatan kepada anak-anak muda dari seluruh Pulau Sumba untuk memperoleh keterampilan, pekerjaan yang layak, dan kehidupan yang lebih bermartabat,” ujar Br. Ephrem.
Kunjungan ini bisa meningkatkan kerja-sama dengan pihak swasta yang selama ini menjadi pusat pengembangan keterampilan kerja bagi kaum muda di Pulau Sumba.
REDAKSI:PAUL.






