Berita Terbaru
Kehadiran Ibu Bupati SBD, bersama jajaran (OPD)lokusnya monitoring dan evaluasi stunting di posyandu Waipahanduk desa Waimaringi Kecamatan Kodibalagha. Pasolapos.Com==Acara yang berlangsung pada jumat 24/07/2026 di desa waimaringi dalam rangka melakukan stunting di wilayah kecamatan kodi balaghar serta penurunan angka stunting di desa waimaringi kecamatan kodi balaghar ” Camat Kodi Balaghar LODOWIK ALALO bersama bupati Ratu Wulla Talu,ST Beserta jajaran dan masyarakat tujuan memantau keadaan (STUNTING) “Kedatangan bupati Ratu Wulla Talu,ST, ini bertujuan memantau langsung penanganan Stunting dan menyampaikan beberapa persoalan tentang jalan insfrastruktur dari waimangura hingga kodi kahale akan saya hopmiks” “Dalam kunjungan tersebut , bupati juga menyampaikan dalam rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan dari waimangura hingga kodi kahale, ujar bupati di saat berdialog di tengah masyarakat ” “Selain insfrastruktur , fokus utama kita adalah berupaya percepat penurunan Stunting saya minta agar bupati kecamatan kodi balaghar bersama para kepala desa mengoptimalkan kegiatan stunting ” “Salah satu strategisnya, adalah memanfaatkan momentum perkumpulan warga di saat beribadah, camat juga harus bekerja sama dengan para kepala desa di seluruh wilayah seluruh balaghar adakan kegiatan stunting Bupati Ratu Wulla Talu Turun Langsung ke Desa Waimaraingi, Bahas Stunting hingga Jaringan Internet di Kodi Balaghar DPRD SBD Komisi 2 dan Pimpinan Siap Gelar Sidak Lapangan,Proyek Alun Alun Tambolaka. Uji Coba Sistem Irigasi Tetes Otomatis Berbasis IoT Bertenaga Surya, BLK Don Bosco Sumba. Peringati Hari Anak Nasional 2026, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak Melalui Festival Pahlawan Anak

Anggota DPRD Fraksi Hanura, Frederikus Kette Desak Bongkar Kasus Data Siluman PPPK Secara Terbuka

Frederikus Kette Anggota DPRD Sumba Barat Daya,Fraksi Hanura.

TAMBOLAKA – PASOLAPOS.COM ||  Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya dari Fraksi Partai Hanura, Frederikus Kette, menyuarakan tuntutan tegas agar kasus dugaan data siluman dalam perekrutan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dibuka secara transparan. Ia menyebut, permainan kotor dengan menyisipkan nama titipan dalam daftar penerimaan PPPK harus segera dibongkar agar tidak mencoreng citra DPRD dan Pemerintah Daerah.

 

Kasus ini mencuat setelah beredar dugaan bahwa sejumlah nama pendaftar PPPK mendapat “bantuan” dari oknum dalam, yang diduga kuat melibatkan sebagian kecil orang di lingkaran DPRD maupun pemerintahan daerah. Praktik nepotisme ini disinyalir menjadi penyebab kekacauan dalam proses seleksi PPPK di Kabupaten Sumba Barat Daya.

 

Dalam rapat resmi, Frederikus menyampaikan kritik tajam terhadap situasi tersebut. “Struktur yang ada mari kita rubah ini Sumba Barat Daya, supaya menjadi lebih untuk Loda Wee Maringi Pada Wee Malala, jangan kita hanya sebatas omon-omon tetapi bobrok kita di dalam,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti dampak buruk yang ditimbulkan akibat ulah segelintir orang, baik dari eksekutif maupun legislatif. “Hancur Pemerintah, hancur DPRD, kita dituding kiri kanan oleh karena permainan satu atau dua orang. Pemerintah yang bermain DPRD yang kena, DPRD yang bermain Pemerintah yang kena. Seolah-olah sekarang kita diadu,” lanjut Frederikus dengan nada kecewa.

 

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan keadilan, Frederikus Kette meminta agar proses investigasi dilanjutkan ke tahap kedua. Ia mendorong agar seluruh 2000 nama yang terlibat diperiksa satu per satu, dan hasilnya dibuka ke publik.

 

Saya atas nama pribadi dan Partai Hanura meminta untuk lanjut ke tahap kedua untuk pemeriksaan masing-masing nama satu per satu dari 2000 nama agar persoalan ini terbuka ke seluruh masyarakat, dan sehingga citra atau nama baik DPRD dan pemerintah pulih kembali,” tegasnya.

 

Seruan ini mendapatkan respons serius dari berbagai kalangan masyarakat yang selama ini mendambakan sistem perekrutan ASN yang adil dan bebas dari intervensi politik maupun nepotisme. Harapan besar kini tertuju pada keberanian DPRD dan Pemerintah SBD untuk menuntaskan kasus ini secara terbuka dan adil demi menjaga integritas lembaga serta kepercayaan publik.

Tinggalkan Balasan