Koperasi Merah Putih Resmi Disurvei, Warga Desa Loko Tali Sepakat Bangun Kantor Kopdes

PASOLAPOS.COM | Kodi Balaghar – Pemerintah Desa Loko Tali, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi melakukan survei lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih yang direncanakan akan dibangun di samping Balai Desa Loko Tali pada minggu depan.

Desa Loko Tali merupakan salah satu desa yang memperoleh kuota pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Desa ini berada di wilayah penghujung Kecamatan Kodi Balaghar dan hingga kini masih berada dalam keterbatasan pelayanan dasar, termasuk belum tersedianya akses listrik. Survei lokasi dilakukan pada Selasa dini hari, 06 Januari 2026.

Proses pembentukan koperasi tersebut dilaksanakan melalui pemilihan dan musyawarah terbuka yang dihadiri oleh perwakilan dari tiga dusun, aparat Pemerintah Desa, Sekretaris BPD, serta anggota TNI dari Kodim 1629, Cipriano, M. Kegiatan ini bertujuan untuk menyepakati dan menyetujui rencana pembangunan kantor Koperasi Merah Putih.

 

Musyawarah berjalan demokratis dan kondusif, dengan mayoritas warga menyampaikan persetujuan terhadap rencana pembangunan koperasi tersebut. Kesepakatan bersama ini menjadi hasil dari kerja sama seluruh unsur masyarakat serta pendampingan aktif dari anggota TNI Kodim 1629.

Salah satu warga Desa Loko Tali, Bonefasius Pati Waikoroko, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan koperasi tersebut. Ia menegaskan kesiapan warga untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan.

 

“Kami siap membantu karena ini untuk membangun sektor perekonomian dan pendapatan masyarakat Desa Loko Tali, yang selama ini sangat minim pelayanan dari pemerintah desa,” ungkap Bonefasius.

Ia juga berharap agar masyarakat dilibatkan dalam proses pembangunan hingga pengelolaan koperasi nantinya.

 

“Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap kami sebagai warga bisa ikut terlibat dalam pekerjaan, baik struktur maupun finishing. Setelah bangunan selesai, kami juga ingin terlibat dalam pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

 

Sementara itu, Cipriano, M., anggota TNI dari Kodim 1629, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi hasil kesepakatan demokratis yang telah dicapai bersama.

 

“Proses demokrasi yang telah kita sepakati ini harus kita junjung tinggi. Mari kita bangun wadah kebersamaan untuk menciptakan pekerjaan yang sehat, baik jasmani maupun rohani,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan program Presiden Republik Indonesia yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

 

“Berat ringannya kita junjung bersama, karena koperasi ini adalah program negara yang disalurkan kepada kita. Mari kita kelola dengan baik, aman, dan terkendali, serta menghindari kasus pencurian apabila nanti material bangunan sudah berada di lokasi,” tegasnya.

Menurut Cipriano, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi awal perubahan besar dalam perekonomian masyarakat Desa Loko Tali, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian mayoritas warga.

Ia juga memaparkan bahwa keberhasilan koperasi membutuhkan perubahan pola pikir dan kerja sama yang baik dari seluruh masyarakat.

 

“Kita harus membangun kerja sama yang sehat agar koperasi ini benar-benar membawa kemajuan desa, membantu pendidikan anak-anak kita yang sedang bersekolah, serta mengelola keuangan sesuai aturan agar tidak menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Cipriano menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada aparat pemantau atau pengawas, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat.

“Keberhasilan koperasi ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya saat ditemui media Pasola Pos di lokasi survei.

 

Tinggalkan Balasan