PASOLAPOS.COM | KODI BALAGHAR – Puluhan warga Desa Loko Tali, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), kembali menagih janji pemerintah desa terkait pemasangan meteran listrik (KWH) yang hingga kini tak kunjung direalisasikan. Janji tersebut sebelumnya disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Loko Tali, Benyamin Rangga Mone, yang menyatakan bahwa pemasangan meteran listrik di dua dusun akan dituntaskan pada 18 Desember 2025.
Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, realisasi pemasangan meteran listrik bagi warga justru tidak jelas. Dari total sekitar 23 hingga 28 unit meteran yang dijanjikan untuk Dusun Satu dan Dusun Dua, fakta di lapangan menunjukkan hanya lima unit yang benar-benar terpasang.
Adapun lima penerima meteran listrik tersebut antara lain: Inya Limbu, Martinus Marru Baghi, Melkianus Jaha Magang, Timotius Rangga Dondo, serta Danial Ana Ote (mantan Kepala Desa Loko Tali), yang seluruhnya berada di Dusun Dua. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan warga yang sejak awal telah dijanjikan pemasangan secara menyeluruh.
Salah satu warga sekaligus pelanggan meteran, Bonefasius Pati Waikaroroko, bersama warga lainnya menyampaikan bahwa mereka tidak mempermasalahkan jalur jaringan atau teknis pemasangan listrik. Namun yang menjadi tuntutan utama adalah kepastian realisasi meteran KWH sesuai janji pemerintah desa.
“Kami tidak iri atau cemburu sosial. Kami justru mendukung pemasangan karena harus melalui jalur dan jaringan. Tapi yang kami tuntut hari ini adalah kejelasan, karena kami sudah dijanjikan pemasangan 23 unit meteran, namun sampai sekarang tidak ada realisasi,” ungkap Bonefasius.
Akibat ketidakjelasan tersebut, sejumlah warga bahkan memilih membongkar kembali instalasi listrik berupa stop kontak yang sebelumnya telah dipasang oleh pihak vendor. Instalasi tersebut diketahui telah terpasang sejak Mei 2025 lalu, namun hingga kini meteran KWH yang dijanjikan tidak pernah terpasang.

Kondisi ini membuat sekitar 100 persen warga Desa Loko Tali masih mengandalkan lampu pelita untuk penerangan di malam hari. Situasi tersebut sangat berdampak pada aktivitas warga, khususnya para siswa dan siswi yang membutuhkan penerangan untuk belajar pada malam hari. Gelap gulita masih menjadi pemandangan sehari-hari di desa tersebut.
Merasa tidak mendapat kejelasan dan keadilan, warga Desa Loko Tali akhirnya menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Kecamatan Kodi Balaghar pada Jumat dini hari, 19 Desember 2025. Aksi tersebut disaksikan langsung oleh media Pasolapos.com.
Dalam aksi itu, warga mendesak pemerintah kecamatan agar segera menindaklanjuti persoalan tersebut dan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan PLN. Warga juga meminta agar kepemimpinan Plt Kepala Desa Loko Tali dievaluasi, karena dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi nyata.
Setibanya di Kantor Camat Kodi Balaghar, warga mendapati Camat tidak berada di tempat. Mereka kemudian diterima oleh Sekretaris Camat Kodi Balaghar, Lodowik Analalo, yang memberikan penjelasan dan tanggapan atas tuntutan warga.
Sekcam menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan menyiapkan berita acara kesepakatan yang akan ditandatangani oleh para pelanggan meteran. Selain itu, kecamatan juga akan memanggil pihak pertama (Kepala Desa Loko Tali), pihak kedua (PLN), dan pihak ketiga (warga penerima manfaat) untuk duduk bersama membahas secara terbuka persoalan pengadaan listrik di Desa Loko Tali.
Dalam dialog tersebut, warga menegaskan sikap tegas mereka apabila hingga waktu yang ditentukan meteran listrik belum juga terpasang. “Kalau sampai tanggal 18 Desember belum juga ada pemasangan, maka kami minta kabel yang sudah tersambung diputus saja,” tegas Bonefasius mewakili warga.
Hingga berita ini diterbitkan, warga Desa Loko Tali masih menunggu langkah konkret dari pemerintah kecamatan dan kabupaten untuk memastikan keadilan serta pemenuhan hak dasar mereka atas akses listrik yang layak.












