Akses Jalan di Kodi Balaghar Rusak Parah, Warga Minta Pemkab SBD Segera Bertindak

Akses Jalan di Kodi Balaghar Rusak Parah, Warga Minta Pemkab SBD Segera Bertindak.

PASOLA POS – KODI BALAGHAR || Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), kian memprihatinkan. Berdasarkan laporan dan pantauan langsung Pasola Pos pada Senin, 17 November 2025, sejumlah ruas jalan antar desa hingga penghubung antar kecamatan dan kabupaten mengalami kerusakan berat. Situasi ini telah berlangsung lama dan semakin dikeluhkan masyarakat karena tidak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Warga setempat menyebut bahwa sebagian besar wilayah SBD, khususnya Kodi Balaghar, berada pada titik terendah dalam hal pelayanan infrastruktur jalan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Jalan-jalan yang menjadi jalur vital kegiatan masyarakat, ekonomi, pendidikan, dan pariwisata kini dalam kondisi tidak layak pakai.

Ruas Jalan Utama Tak Lagi Digunakan Pengendara

Kerusakan parah tampak pada jalur dari Desa Waiha menuju Desa Waimakaha hingga ke Weewulla. Begitu pula lintasan dari Desa Kahale menuju Waimakaha hingga terhubung ke Pasar Weewulla. Jalan-jalan tersebut kini tidak lagi dapat difungsikan sebagaimana mestinya karena permukaan yang berlubang, tergenang, dan sebagian tertimbun tanah.

Akibatnya, para pengemudi roda dua dan roda empat memilih tidak lagi melewati jalur tersebut. Selain membahayakan keselamatan, kondisi jalan mempercepat kerusakan kendaraan, sehingga warga harus mengeluarkan biaya perawatan yang lebih besar.

Potensi Pariwisata Terkendala Akses

Sumba Barat Daya selama ini dikenal luas sebagai salah satu ikon pariwisata Nusa Tenggara Timur. Lanskap alam, budaya, dan pesona adat di Kodi Balaghar menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun akses jalan yang rusak parah membuat potensi tersebut tidak dapat berkembang.

Menurut warga, beberapa wisatawan yang datang mengeluhkan sulitnya mencapai lokasi tujuan wisata karena kendaraan tidak mampu melewati jalan yang rusak berat. Kondisi ini tidak hanya menghambat sektor pariwisata, tetapi juga memperburuk citra daerah di mata pengunjung.

Petani Kesulitan Distribusi Hasil Bumi

Selain sektor wisata, dunia pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat turut terdampak. Akses jalan yang rusak memperlambat bahkan memutus distribusi komoditas hasil kebun dan ladang warga ke pusat kota atau pasar.

Beberapa komoditas unggulan seperti:

  1. Jambu mete
  2. Jagung
  3. Padi
  4. Kakao
  5. Kelapa/kopra
  6. Pisang

tidak dapat diangkut keluar desa secara optimal, sehingga terjadi penumpukan hasil panen yang berpotensi menurunkan kualitas dan harga jual. Banyak warga menyebut kondisi ini membuat mereka “mogok” mengirim hasil tani karena biaya transportasi tidak sebanding dengan pendapatan.

Minim Pengawasan Pemerintah

Mayoritas masyarakat mengaku kecewa karena hingga kini belum ada perhatian serius dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Keluhan berkaitan dengan minimnya pemantauan terhadap kondisi lalu lintas dan kerusakan jalan terus mencuat. Warga berharap adanya tindak lanjut konkret melalui kunjungan lapangan oleh pihak kabupaten maupun inspektorat.

Banyak warga mengungkapkan bahwa selain akses yang sulit, waktu tempuh perjalanan semakin lama dan kendaraan mereka cepat mengalami kerusakan. Hal ini semakin membebani masyarakat yang sudah kesulitan dalam aktivitas keseharian.

Dampak bagi Pelajar di Kodi Balaghar

Kerusakan jalan tidak hanya mempengaruhi kegiatan ekonomi dan pariwisata, tetapi juga mengganggu akses pendidikan. Anak-anak sekolah—mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK—bergantung pada jalur jalan tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.

Kondisi jalan yang sulit dilalui membuat para pelajar harus berjalan lebih jauh, menghadapi risiko bahaya, dan kerap terlambat masuk sekolah. Warga menegaskan bahwa kebutuhan infrastruktur bukan sekadar fasilitas pembangunan, tetapi investasi penting untuk masa depan generasi muda di wilayah tersebut.

Harapan Warga kepada Pemerintah

Melalui pantauan media, masyarakat Kodi Balaghar mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya segera turun langsung dan melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap. Warga percaya bahwa dengan akses jalan yang memadai, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata akan kembali bergerak, serta kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

 

Tinggalkan Balasan