Ngantang, Malang – Pasolapos.com || Jumat, 01 Agustus 2025, Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa, mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITIRI) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T) Kelompok 18 melaksanakan kegiatan pendampingan UMKM di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Sasaran pendampingan adalah UMKM baru milik Ibu Cece, warga setempat yang merintis usaha makanan ringan. Meski masih berada dalam tahap awal, produk-produk yang dihasilkan seperti rempeyek, keripik bawang, dan kecepot telah memiliki kemasan menarik, lengkap dengan logo dan label yang dirancang secara mandiri.
Namun, keterbatasan akses promosi menjadi kendala utama. Produk hanya dikenal di lingkungan sekitar dan belum menyentuh pasar yang lebih luas, baik secara regional maupun digital. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa PM-T Kelompok 18 berinisiatif mendorong promosi digital menggunakan platform seperti Instagram dan WhatsApp Story.
“Kami bantu promosikan lewat akun pribadi dan akun kelompok. Kami buat konten sederhana seperti foto produk, harga, dan informasi pemesanan langsung ke Ibu Cece,” ujar Neti, salah satu anggota tim.
Konten promosi disusun secara sederhana namun efektif. Mahasiswa melakukan pemotretan ulang terhadap produk, menyusun narasi yang menarik untuk caption, serta menyematkan informasi pemesanan yang terhubung langsung ke kontak pelaku usaha.
Langkah ini berdampak signifikan bagi pelaku UMKM. Ibu Cece mengaku terbantu dengan adanya promosi digital yang dilakukan mahasiswa.
“Biasanya saya hanya jual ke tetangga. Tapi sekarang ada yang tahu dari luar desa juga. Saya senang sekali dibantu,” ungkapnya dengan senyum semangat.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman lapangan yang berarti. Mereka belajar langsung tentang pengembangan usaha kecil, memahami strategi promosi berbasis digital, dan menjalin interaksi sosial dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNITIRI membuktikan bahwa promosi produk lokal tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dengan kreativitas, kolaborasi, dan pemanfaatan media sosial yang tepat, produk desa pun bisa dikenal lebih luas.
Harapannya, setelah program ini selesai, pelaku UMKM seperti Ibu Cece dapat melanjutkan promosi secara mandiri dan menjalin jaringan pemasaran yang lebih kuat. Mahasiswa PM-T Kelompok 18 percaya bahwa dukungan kecil hari ini adalah langkah awal menuju kemandirian ekonomi desa berbasis UMKM.
(Umbu Raider)












