LOURA – PASOLAPOS.COM || Sebanyak 10.000 bibit pohon disalurkan kepada Kelompok Tani Pesona Lendongara di Dusun II, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan ini merupakan bagian dari program pelestarian lingkungan dan ketahanan sumber daya air yang digencarkan oleh Pemerintah Provinsi NTT.

Bibit yang diterima terdiri dari 5.000 pohon jambu mete, 2.000 pohon jati lokal, 2.000 trembesi, dan 1.000 kelor.
Seluruh bibit ditanam secara kolektif oleh 15 anggota kelompok di atas lahan seluas 22 hektare milik warga setempat.
Fokus utama penanaman adalah pohon trembesi yang ditanam di sekitar sumber mata air Wee Kapulot.
Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga ketersediaan air tanah, terutama di wilayah yang kerap mengalami kekeringan.
Sekretaris Kelompok Tani Pesona Lendongara, Markus Bawa Taka, mengungkapkan bahwa sebagian besar bibit tumbuh dengan baik.
“Puji Tuhan, sebagian besar hidup meskipun ada yang mati karena faktor cuaca,” ujarnya saat ditemui pada Senin, 21 Juli 2025.
Selain menjaga lingkungan, penanaman bibit ini juga memberikan harapan ekonomi bagi warga. Jambu mete dan kelor dinilai memiliki nilai jual yang menjanjikan di masa depan.
Bahkan, Markus menyebutkan bahwa pohon jambu mete sebanyak 250 pohon yang ditanamnya sudah tumbuh lebih dari satu meter dan diperkirakan mulai berbuah dua tahun mendatang.
“Dua tahun lagi sudah bisa panen. Kami optimis bisa menikmati hasilnya. Bukan hanya jambu mete, pohon kelor, trembesi, dan jati lokal juga punya prospek,” tambahnya.
Program ini telah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi NTT. Pada Desember 2024 lalu, tim dari provinsi turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh bibit benar-benar ditanam. Hasil verifikasi menyatakan bibit tumbuh dengan baik dan sesuai laporan.

Dengan kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah dan petani lokal, upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Loura diharapkan terus berlanjut.












