PASOLAPOS.COM – WAIKABUBAK || Wakil Bupati Sumba Barat, Bapak Timotius Tede Ragga, S.Sos, didampingi Kasubag Protokol Ibu Ni Kade Maya Sri Wahyuni Adnyana,S.IP, Kabid SMP Ibu Imelda G.D. Loma, SE dan Lurah Komerda Bapak Christofel Kalegotana, SST mengunjungi SMP Katolik Waikabubak (30/4/2025).
Kunjungan yang dilaksanakan wakil bupati Sumba Barat dalam rangka mengevaluasi kemampuan literasi dan numerasi peserta didik SMP Katolik Waikabubak berkaitan dengan program 100 hari Bupati Sumba Barat, Bapak Yohanis Dade, SH dan Wakil Bupati Bapak Timotius Tede Ragga, S.Sos.

Wakil bupati didampingi Kepala SMP Katolik Waikabubak, Ibu Agustina Kiya, S.Pd mengunjungi dan memantau dan mencari tahu kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di beberapa kelas : VII,VIII dan IX. Wakil bupati menguji kemampuan literasi dan numerasi beberapa peserta didik di kelas-kelas yang dikunjunginya.
Usai kunjungan diadakan pertemuan di ruang guru SMP Katolik Waikabubak. Kepala SMP Katolik Waikabubak Ibu Agustina Kiya, S.Pd mengucapkan terimakasih kepada wakil bupati dan pejabat yang mendampinginya atas kunjungan ke sekolah yang dipimpinnya. Kesan Ibu Nini demikian ia biasa disapa mengatakan bahwa kunjungan kali ini “luar biasa, kami merasa dimotivasi untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numurasi peserta didik di SMP Katolik Waikabubak”. Dengan demikian terpacu pula meningkatkan mutu pendidikan di SMP Katolik Waikabubak.
Wakil bupati Timotius di hadapan para guru dan pegawai mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan setelah menjabat sebagai wakil bupati , melaksanakan kegiatan turun langsung antara lain ke sekolah-sekolah untuk memastikan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, merupakan bagian dari program 100 hari.
Lebih lanjut wakil bupati menjelaskan bahwa bahkan sebelum menjabat sebagai wakil bupati sudah laksanakan tugas sebagai abdi negara. Wakil bupati menyampaikan jabatan yang diemban sebagai abdi negara ketika menjadi Camat Lamboya (2011-2015, 2015-2019). Demikian juga para guru melaksanakan tugas di sekolah untuk mencerdaskan anak-anak yang didik. Wakil bupati pun menyampaikan terimakasih kepada para guru yang mendukung visi-misi bupati dan wakil bupati Sumba Barat, khusus program 100 hari.
Khusus program 100 hari wakil bupati memberikan nilai 99 % untuk SMP Katolik Waikabubak. Ini menjadi kebanggan bersama baik pemerintah dan sekolah. Tetapi pekerjaan belum selesai, karena masih ada yang perlu dibenahi pada anak-anak didik , sehingga guru-guru berusaha untuk perbaiki yang perlu dibenahi literasi dan numerasinya. Wakil bupati mengungkapkan bahwa SMP Katolik Waikabubak bagus sekali dibandingkan sekolah lain yang dikunjunginya. Beberapa evaluasi objektif yang disampaikan perlu diperhatikan untuk dipoles lebih mantap lagi, harap wakil bpati.
Mengenai usulan kepala sekolah untuk rehab ruang kepala sekolah dan ruang guru, wakil bupati menyampaikan bahwa kepala sekolah dan lurah perlu memperjuangkannya baik musrenbang di kelurahan dan kecamatan prioritas 1 dan diperjuangkan secara serius dan sukses. Kepada para guru wakil bupati harapkan untuk disiplin, bertanggung jawab, terutama mata pelajaran yang diasuh, sehingga peserta didik cerdas untuk masa depannya, juga demi kemajuan bangsa dan negara.
Wakil bupati berpesan kepada para guru, pegawai SMP Katolik Waikabubak disiplin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Lebih cepat datang, tidak lambat; tidak pulang cepat. Ada hubungan antara waktu dan pengorbanan. Kita sebagai orang Sumba Barat harus fokus bekerja. Apabila ada hasil yang memuaskan jangan lengah, tetapi tingkatkan semangat bekerja, karena banyak tantangan yang dihadapi baik di bidang pendidikan maupun bidang-bidang lainnya. Seorang guru yang dimintai tanggapannya oleh Pasolapos, mengharapkan suatu waktu nanti bila berkenan bapak bupati bisa berkunjung ke SMP Katolik Waikabubak; suatu kerinduan yang diendapkan dan dirindukan.
Kabid SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat, Imelda G.D Loma, SE; saat diberi tanggapannya tentang kunjungan wakil bupati menyampaikan 2 hal :1) Green School. 2). Guru sertifikasi agar upayakan memiliki laptop dan infokus untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. ***
Oleh Agustinus B. Wuwur, Kepala Biro Pasolapos Sumba Barat












