Sementara itu, proses rekonsiliasi antara mantan Bupati SBD, Markus Dairo Talu, dan Bupati SBD, Kornelis Kodi Mete, juga berlangsung dengan damai. Rekonsiliasi ini, yang dikenal sebagai Loda Wee Maringi Pada Waimalala, diadakan di kampung halaman Kornelis Kodi Mete, Kampung Tana Mburu, Desa Kapaka Madeta, Kodi Utara. Markus Dairo Talu menyambut dengan sukacita proses perdamaian yang telah lama ia rindukan.
“Hari ini kita semua berbahagia. Bertahun-tahun saya merindukan perdamaian ini, dan akhirnya terjadi hari ini. Mari kita bersama-sama membangun Sumba Barat Daya,” ungkap Markus Dairo Talu, yang juga Ketua DPD Nasdem SBD.
Markus Dairo Talu juga menyoroti berbagai polemik yang terjadi selama Pilkada tahun 2013 yang telah menyebabkan perpecahan di kalangan masyarakat. Ia berharap rekonsiliasi ini dapat mengakhiri kenangan masa lalu yang kelam dan mengajak masyarakat Sumba Barat Daya untuk bersatu kembali demi kemajuan daerah ke depan.
“Saya dan saudara saya, Paka Nelis, telah membuat masyarakat berjaga jarak. Tapi Tuhan telah membuka jalan dan hari ini kita telah menyelesaikannya,” katanya dengan penuh emosi.
Sebagai Ketua DPD Nasdem SBD, Markus meminta agar tidak ada lagi perpecahan di antara ketiga suku, yaitu Wewewa, Loura, dan Kodi.
“Terima kasih banyak kepada Pak Dokter, ibu, dan semua keluarga besar yang menerima kami dengan senang hati. Kami juga datang dengan ketulusan hati. Pertemuan kita hari ini direstui oleh leluhur Sumba Barat Daya. Mari kita akhiri semua yang telah terjadi dan jangan biarkan terulang lagi,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Markus berharap agar pasangan Ratu Wulla Talu dan Angga Kaka dapat memenangkan Pilkada dan menyempurnakan apa yang telah dicapai oleh dirinya dan Kornelis Kodi Mete selama masa kepemimpinan mereka.
“Kita mendoakan dan berharap agar pasangan Ratu Angga dapat mencapai kemenangan. Mungkin selama masa kepemimpinan kami berdua masih ada yang belum sempurna, namun harapan kita untuk menyempurnakannya ada pada pasangan Ratu Angga,” tutupnya.
Dengan semangat persatuan dan kerja keras, Dominikus Alphawan Rangga Kaka dan Markus Dairo Talu mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat Daya untuk melupakan masa lalu yang kelam dan bersama-sama bekerja demi masa depan yang lebih baik.












